Surabaya, MercuryFM – PT Pertamina Patra Niaga resmi meluncurkan empat program digital unggulan untuk mendukung transformasi layanan avtur di Indonesia. Program-program tersebut, yakni Pertamina Aviation Fuel Delivery Management (PADMA), Aviation Fuel Release Online System (AFROS), Digital Operational Logbook (DIALOG), dan Refueling Simulator, diluncurkan dalam acara bertajuk “Go Live Digitalisasi” di Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda, Sidoarjo, pada Kamis (5/12/2024).
Acara ini dibuka oleh Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya, serta dihadiri jajaran eksekutif perusahaan dan para pemangku kepentingan Bandara Internasional Juanda, termasuk General Manager PT Angkasa Pura I, Komandan Lanudal TNI AL Juanda, dan sejumlah Station Manager maskapai penerbangan.
Digitalisasi Layanan untuk Tingkatkan Efisiensi
Maya Kusmaya menjelaskan bahwa peluncuran ini adalah bagian dari strategi transformasi perusahaan menghadapi dinamika industri aviasi yang terus berkembang. “Digitalisasi ini langkah strategis untuk menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan. Dengan PADMA, AFROS, DIALOG, dan Refueling Simulator, kami merevolusi rantai nilai operasional secara end-to-end sekaligus meningkatkan kapabilitas SDM,” ujar Maya.
Detail Program Digital Unggulan
• PADMA
Sistem ini mengintegrasikan proses pengisian bahan bakar pesawat, mulai dari penjadwalan hingga penerbitan invoice. Sejak pertama kali diterapkan pada 2020, PADMA telah digunakan di 38 lokasi pengisian avtur.
• AFROS
Sistem ini mempermudah pengelolaan data kualitas avtur, memastikan standar mutu terpenuhi mulai dari sampling hingga penerbitan Release Statement.
• DIALOG
Sistem logbook digital yang terintegrasi ini meningkatkan efisiensi pergantian shift operasional serta mempercepat koordinasi antar tim.
• Refueling Simulator
Teknologi berbasis Virtual Reality ini memungkinkan pelatihan sumber daya manusia dalam kondisi normal maupun darurat, sehingga meningkatkan kesiapan pekerja di lapangan.
Komitmen Menuju Keberlanjutan
Selain efisiensi operasional, digitalisasi ini juga mendukung penerapan program Smart and Digital Airport di Indonesia. “Dengan digitalisasi, pelayanan konsumen menjadi lebih akurat, efisien, dan tepat waktu, sehingga mendukung keberlanjutan operasional penerbangan,” tambah Maya.
Harry Malonda, Group Head Operation Jatimbalinus, menegaskan bahwa transformasi digital ini juga berkontribusi pada upaya dekarbonisasi dan target Net Zero Emissions 2060. “Program strategis ini menjadi langkah nyata kami untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mempercepat operasional di sektor aviasi,” ujar Harry.
Dengan peluncuran ini, Pertamina Patra Niaga memperkuat posisinya sebagai penyedia energi inovatif dan andal yang mendukung keberlanjutan industri penerbangan nasional.(dan)

