Surabaya Kota Literasi tapi TBM tak merata dan kurang optimal

Surabaya, MercuryFM- Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi, menyoroti keberadaan Taman Baca Masyarakat (TBM) yang tidak merata dan kurang optimal.

“Perpustakaan Surabaya yang membawahi TBM berpredikat juara 1 tingkat nasional dalam hal literasi. Tapi fakta dilapangan, keberadaan TBM perlu dioptimalkan lewat kebijakan dan infrastruktur,” jelasnya pada Selasa (03/12/2024).

Kahfi mendorong supaya TBM berada di tiap RW. Sedangkan jumlah TBM di Surabaya baru sebanyak 530 unit. Jumlah ini tidak sebanding jumlah RW di Surabaya sebanyak 1300.

Kahfi menjelaskan, keberadaan TBM ini penting untuk mendorong masyarakat memahami budaya pendidikan yang merupakan salah satu komponen kota literasi.

“Jadi budaya membaca tidak hanya diperuntukkan kepada anak-anak, melainkan juga kepada orang dewasa agar peka terhadap jaman,” imbuhnya.

Kahfi juga menyoroti supaya TBM yang sudah eksisting beroperasi sesuai jadwal operasional Senin sampai Sabtu. Jangan sampai diantara hari tersebut tutup.

“Mungkin petugas di TBM ini rangkap tugas ya. Mereka juga harus bertugas di kelurahan. Karenanya kita meminta supaya petugas TBM staf di tempat dan dibekali oleh SOP (Standart Operasinal Prosedur),” jelasnya.

“Kita siap mengawal penganggaran yang diperlukan terhadap kelangsungan san pengembangan TBM,” imbuhnya.

Legislator Fraksi Gerindra ini juga meminta masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi keberadaan TBM. “Kita evaluasi dulu kebijakannya kemudian infrastrukturnya,” pungkas Kahfi. (Lam) 

 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist