Bojonegoro, MercuryFM- Perhatian serius kepada kepentingan dan persoalan di masyarakat serta penguatan sektor infrasruktur untuk kelancaran arus barang dan jasa guna peningkatan ekonomi di masyarakat, harus menjadi perhatian serius pemimpin kedepan.
Pasalnya masih banyak persoalan persoalan di masyarakat yang harus mendapat sentuhan dan perhatian pemegang kekuasaan. Apalagi saat ini menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang akan memilih Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati dan Walikota-Wakil Walikota Khususnya di Jatim.
Hal ini dikatakan anggota DPRD Jatim Fauzan Fuadi setelah mendengar dan menerima aspirasi masyarakat dalam Reses I rahun 2024 anggota DPRD Jatim periode 2024-2029.
Menurut Fauzan usai menggelar Resesnya di Kantor DPC PKB Kabupatem Bojonegoro, banyak aspirasi masyarakat untuk siapapun yang terpilih baik Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, khusunya Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro-Tuban yang menjadi Daerah Pemilihannya (Dapil), dapat membawa perubahan signifikan dalam pethatiannya ke pada permasalahan permasalaha yang muncul di Masyarkat.
“Harapan masyarakat saat ini adalah agar pemerintah ke depan tidak hanya fokus pada isu kelangkaan pupuk, tetapi juga kesejahteraan guru Madrasah Diniyah (Madin), serta perhatian terhadap masyarakat pesantren khusunya dan penyelesain permasalahan infrastruktur yang menjadi penggerak ekonomi warga. Hal-hal ini yang juga selalu menjadi perhatian PKB,” jelas Fauzan Fuadi.
Fauzan menekankan bahwa keberpihakan kepada masyarakat kecil harus diwujudkan dalam langkah konkret. Termasuk dalam mengatasi kemiskinan melalui program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan program khusus untuk pemberdayaan perempuan, terutama bagi mereka yang menjadi kepala keluarga.
“Khususnya untuk perempuan apalagi perempuan yang menjadi kepala keluarga atau orang tua tunggal, sangat membutuhkan pendampingan kesejahteraan,” ujarnya.
“Dulu ada program koperasi wanita yang cukup positif bagi perempuan untuk peningkatan Ekonomi di Pemprov Jatim Lima tahun kemarin program itu hilang. Kedepan program semcam ini apapun namanya harus dibuat lagi untuk peningkatan ekonomi perempuan,” lanjutnya.
Untuk infrastruktur pria yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini, memberi contoh di Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawab kabupaten relatif sudah tertangani berkat APBD yang mencukupi.
Namun ini tidak dukung masimal oleh Pemprov Jatim, banyak jalan penghubung antar kecamatan yang menjadi kewenangan provinsi masih minim perhatian.
“Jalan-jalan penghubung antar kecamatan yang menjadi domain provinsi itu banyak yang kurang terurus. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah provinsi,” tegasnya.
Pada sektor lain, Fauzan juga berharap program makan bergizi gratis di Bojonegoro dapat melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai mitra penyedia makanan bergizi di sekolah-sekolah.
“Program makan bergizi ini sebaiknya melibatkan UMKM di sekitar sekolah, sehingga bisa berdampak langsung bagi perekonomian lokal,” sarannya.
Melalui reses ini, Fauzan juga mengungkapkan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Bojonegoro agar kebutuhan-kebutuhan mereka dapat menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah provinsi ke depan.
“Sebagai wakil rakyat yang di beri amanat sebagai aggota DPRD Jatim, saya akan terys berusaha maksimal mengawal aspirasi masyarakat agar dapat terealisasi melalui program-program pemerintah provinsi,” pungkasnya pria yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Bojonegoro. (ari)

