Surabaya, MercuryFM – ‘Sehat Sebelum Menikah’ menjadi tema dalam rangkaian gelaran yang dikemas dalam Healthy Talk bersama dr. Muhamad Fachry SpOG, Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Kendangsari Surabaya, Sabtu(16/11/24).
Menurut dr Fachry kenapa tema hari ini menjadi penting? Saat ini menikah tidak bisa dipandang sederhana, karena sekarang dengan perubahan lingkungan, perubahan kebiasaan dan pola stres, dan sebagainya, menjadi bahan pertimbangan untuk mempersiapkan generasi berkualitas.
Kegiatan digelar di Karita Pusat Busana Muslim Jl Ngagel Jaya Selatan 129-131 Surabaya ini, dihadiri pasangan muda dan kaum hawa, terutama yang memang tengah mempersiapkan untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Skrining Pra-Nikah menjadi penting, terang dr Fachry, karena sebenarnya adalah rangkaian pemeriksaan untuk pasangan calon pengantin. “Skrining ini biasanya dilakukan tiga sampai enam bulan sebelum pernikahan. Kenapa? Untuk mengetahui riwayat kesehatan diri dan pasangan,” terang dr Fachry. 
Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Kendangsari Surabaya ini mengatakan, yang penting itu adalah untuk perencanaan kehamilan setelah menikah. “Untuk saat ini KUA sudah mengharuskan pemeriksaan pranikah, ini penting sekali,” tutur dr Fachry.
Menurutnya, yang perlu diketahui oleh pasangan yang akan menikah itu sebenarnya, kebutuhan akan Asam Folat.
“Asam Folat penting untuk dikonsumsi oleh calon pasangan yang akan menikah dan berencana untuk hamil. Sebaiknya itu Asam Folat dikonsumsi tiga bulan sebelum menikah. Asam Folat itu untuk membantu mencegah cacat janin,” tegas Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Kendangsari No.38 Surabaya ini.
Lebih lanjut, kata dr Fachry dalam kesempatan ini kalau membicarakan tentang Asam Folat, maka bersinergi dengan ‘Jatiroso’ Catering and Service. “Secara umum Asam Folat bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan, seperti telur, sayuran hijau, kacang-kacangan dan masih banyak lagi,” terang dr Fachry.
Dan menutup rangkaian acara, dr Fachry membagikan ilmu yang sudah terdokumentasikan dalam bentuk buku ‘Tuntunan Kehamilan dan Persalinan Islami.’ “Semoga buku ini bisa menjadi pedoman bagi para ibu hamil dalam mempersiapkan menghadapi dan menjalani proses kehamilan, persalinan dan menyusui,” papar dr Fachry. (Nla)

