Bank Sampah Jadi Tabungan Emas: Inisiatif Ibu Eka Sri dari Desa Curahnongko, Jember

Jember, MercuryFM – Desa Curahnongko, sebuah desa kecil di bagian selatan Kabupaten Jember, kini menjadi sorotan berkat keberhasilan Bank Sampah Meranti Peduli yang digagas oleh Ibu Eka Sri. Sebagai penggerak bank sampah sekaligus Agen Pegadaian, Ibu Eka telah mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan emas bagi warga desa, menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.

Sejak bergabung sebagai Agen Pegadaian pada tahun 2022, Ibu Eka telah menarik 111 nasabah dari kalangan warga desa untuk menabung hasil pengelolaan sampah dalam bentuk Tabungan Emas. Melalui program ini, warga dapat menukarkan sampah yang dikumpulkan menjadi saldo tabungan emas yang dikelola melalui aplikasi Agen Pegadaian.

Manfaat Ganda: Lingkungan dan Investasi
Program ini memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Di satu sisi, sampah yang sebelumnya menjadi masalah kini dikelola menjadi sumber pendapatan. Di sisi lain, Tabungan Emas menawarkan alternatif investasi yang stabil dan bernilai jangka panjang.

“Ketika sampah yang disetor bernilai Rp20.000, uang tersebut langsung saya setorkan ke Tabungan Emas nasabah,” jelas Ibu Eka pada Jumat (15/11/2025). Ia menambahkan, tabungan emas biasanya dicairkan menjelang tahun ajaran baru atau Idul Fitri untuk kebutuhan pendidikan dan rumah tangga. Namun, sebagian besar warga memilih mempertahankan emas mereka sebagai investasi.

Saat ini, total tabungan emas warga mencapai 39 gram emas dengan nilai saldo sekitar Rp55 juta. Salah satu nasabah bahkan tercatat memiliki tabungan tertinggi sebesar 3 gram emas atau senilai lebih dari Rp1 juta.

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Pada awal program, Ibu Eka menghadapi tantangan berupa kurangnya pemahaman masyarakat tentang konsep bank sampah. Namun, berkat kegigihannya, warga mulai melihat manfaat nyata dari program ini dan semakin antusias berpartisipasi.

Kepala Pegadaian Jember, Agus Purnomo, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. “Ibu Eka Sri telah memberikan inspirasi baru dalam pengelolaan sampah di desa. Program Tabungan Emas ini tidak hanya meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Agus juga menyoroti perubahan cara pandang warga terhadap sampah yang kini dianggap sebagai sumber daya bernilai. “Program ini telah membuktikan bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” tambahnya.

Harapan dan Rencana Ke Depan
Melihat keberhasilan program ini, Ibu Eka berencana untuk memperluas cakupan Bank Sampah Meranti Peduli ke desa-desa lain di sekitar Jember. Ia berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas, sekaligus mendorong terciptanya ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Inisiatif Ibu Eka Sri menunjukkan bahwa dengan inovasi dan semangat pemberdayaan, hal sederhana seperti sampah dapat menjadi langkah awal menuju kesejahteraan masyarakat.(dan)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist