Surabaya, MercuryFM – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel dengan meraih penghargaan tertinggi sebagai Badan Publik Informatif di kategori Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada KI Award 2024. SIER berhasil meraih nilai tertinggi, yaitu 91,9, dalam Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, dari komisioner KI Provinsi Jawa Timur Yunus Mansyur Yasin, serta disaksikan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, dalam Malam Anugerah KI Award 2024 di Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya, Rabu malam (13/11/2024).
Didik Prasetiyono menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan tata kelola yang transparan dan berdampak positif pada kinerja perusahaan. “Kami meyakini bahwa keterbukaan informasi tidak hanya meningkatkan akuntabilitas, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik dan mendorong kinerja berkelanjutan,” ungkap Didik.
Pada acara yang sama, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono dianugerahi penghargaan sebagai Most Inspiring Leader in Public Information Transparency. Dalam sambutannya, Adhy menyampaikan apresiasi kepada seluruh badan publik di Jawa Timur yang telah berkomitmen terhadap keterbukaan informasi. Menurutnya, transparansi informasi berdampak besar pada peningkatan kepercayaan publik, memperkuat akuntabilitas lembaga, dan membangun hubungan lebih erat antara pemerintah dan masyarakat.
“Keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban, tetapi merupakan fondasi bagi terciptanya tata kelola yang lebih baik. Dengan transparansi, kita dapat menghindari misinformasi, membangun kepercayaan, dan memastikan keputusan publik didasarkan pada data yang jelas,” tegas Adhy.
Komitmen SIER terhadap keterbukaan informasi juga sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir, yang menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan BUMN. Pada BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS) Maret lalu, Erick menyatakan bahwa keterbukaan informasi adalah bagian penting dari proses check and balance dalam tata kelola perusahaan yang baik (GCG). “Check and balance harus terus berjalan,” ujar Erick, menekankan bahwa transparansi merupakan kunci untuk menghadapi tantangan dan menjaga kepercayaan publik terhadap BUMN.
Didik Prasetiyono, usai menerima penghargaan, menyampaikan bahwa SIER akan terus berupaya meningkatkan keterbukaan informasi publik melalui optimalisasi digitalisasi. “Ke depan, kami akan memperkuat digitalisasi agar masyarakat dapat mengakses informasi dengan lebih cepat dan transparan. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan tata kelola yang semakin responsif dan efisien,” tambah Didik, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia.
SIER berharap pencapaian ini dapat mendorong praktik keterbukaan yang lebih luas di lingkungan kerja, dengan menjadikan transparansi dan integritas sebagai nilai utama dalam setiap proses dan layanan yang diberikan kepada publik. Dengan berpegang pada prinsip keterbukaan sesuai amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, SIER berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola yang berkelanjutan, inklusif, dan bertanggung jawab bagi seluruh pemangku kepentingan. (dan)

