Surabaya, MercuryFM – Inisiatif revitalisasi kawasan Kota Lama di bagian Utara Surabaya sedang berjalan, menggandeng kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan konsorsium Britania Raya melalui program UK PACT (United Kingdom Partnering for Accelerated Climate Transitions) bersama WRI Indonesia, ARUP, dan Vital Strategies. Program ini mencakup pengembangan tiga lokasi utama—Jl. Karet, Jl. Kasuari, dan Jl. Panggung Pasar Pabean—sebagai pusat bisnis dan budaya baru yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Ketua Kadin Surabaya, H. M. Ali Affandi LNM, menyambut inisiatif ini sebagai peluang besar bagi sektor swasta untuk terlibat dalam pengembangan kawasan bersejarah yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi. “Kota Lama Surabaya memiliki potensi untuk berkembang menjadi destinasi bisnis, budaya, dan wisata yang inklusif. Kami memandang proyek ini sebagai kesempatan bagi pengusaha untuk berkontribusi dalam menciptakan pusat ekonomi baru di Surabaya,” ujarnya dalam Diskusi Publik bertema “Menata Surabaya yang Inklusif dan Berkelanjutan Mulai dari Kota Lama,” yang berlangsung di Gedung De Javasche Bank pada acara Pekan Kota Lama, Selasa (12/11/2024).
Ali Affandi mengajukan tiga langkah strategis untuk mendukung keberhasilan revitalisasi ini dan menciptakan Surabaya yang inklusif dan berkelanjutan: “Pertama, pemberian insentif pajak bagi pengusaha yang berpartisipasi; kedua, penyederhanaan perizinan untuk mempercepat realisasi proyek; dan ketiga, pengelolaan bersama untuk menjamin keberlanjutan kawasan heritage ini. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, pengusaha, dan komunitas lokal, kami optimis bahwa kawasan ini dapat menjadi pusat ekonomi baru yang juga melestarikan warisan budaya kota,” tambahnya.
Pada Pekan Kota Lama, dipamerkan pula konsep pengembangan yang menekankan keberlanjutan, dengan desain yang inklusif, ramah difabel, dan berkarbon rendah serta mendukung aktivitas publik. Agus Imam Sonhaji, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, menyampaikan apresiasinya kepada konsorsium Britania Raya yang berperan mewujudkan Kota Lama sebagai kawasan bisnis dan budaya modern yang inklusif. “Ini adalah langkah awal yang baik, dan kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk area lain di Surabaya,” ujarnya.
Beberapa pengusaha telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di Kota Lama, termasuk Jakob Gatot Surarjo, Co-Founder M Bloc Space yang mengelola Pos Bloc Surabaya di Jl. Kebon Rojo. Ia berharap revitalisasi ini mampu mendorong komunitas kreatif dan memberikan dampak positif pada perekonomian lokal melalui ruang-ruang kolaboratif baru di kawasan heritage ini.
Kadin Surabaya berharap revitalisasi ini menghidupkan kembali ekonomi dan budaya Kota Lama serta menciptakan efek multiplier bagi masyarakat sekitar. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan sektor swasta, Kota Lama diharapkan menjadi ikon baru bisnis dan budaya yang memadukan modernitas dengan pelestarian sejarah dan budaya Surabaya. (dan)

