Uji Coba QR Code untuk Pembelian Pertalite Dimulai, Patra Niaga Dorong Subsidi Tepat Sasaran

 

Surabaya, MercuryFM – PT Pertamina Patra Niaga memulai langkah baru dalam upaya memastikan subsidi BBM tepat sasaran dengan uji coba penggunaan QR Code untuk pembelian Pertalite. Di Jawa Timur, uji coba ini sudah berlangsung di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Meski demikian, implementasi penuh masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa penggunaan BBM bersubsidi tetap menjadi perhatian utama, bahkan setelah pergantian kabinet. Pemerintah yang baru pun menyoroti pentingnya subsidi yang lebih terarah kepada masyarakat yang berhak.

“Setiap tahun, kuota subsidi BBM memang menurun untuk mendorong masyarakat yang mampu agar beralih ke BBM non-subsidi. Untuk memastikan subsidi tepat sasaran, kami melakukan uji coba QR Code untuk pembelian Pertalite,” ujarnya di Surabaya, (6/11/2024).

Uji coba ini dimulai sejak akhir Oktober di beberapa wilayah, seperti Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Trenggalek. Sementara itu, Kabupaten Kediri dan Nganjuk sudah ada beberapa SPBU yang ikut menerapkan, meski belum secara menyeluruh.

Di Surabaya, uji coba dilakukan di SPBU COCO (Company Owned Company Operated) yang memiliki kode awal 51. Ahad menjelaskan, SPBU ini dipilih karena memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang lebih siap. “Saat ini masih tahap uji coba setelah sosialisasi. Mengenai penerapan penuh, kami masih menunggu kebijakan dari pemerintah,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Section Head Communication & Relation Patra Niaga Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan, menyebutkan bahwa sudah ada 260 SPBU di Jawa Timur yang berpartisipasi dalam uji coba ini, mencakup 25 persen dari total 1.029 SPBU di wilayah tersebut.

Walaupun baru sebagian, langkah ini mempercepat adopsi QR Code untuk Pertalite di Jawa Timur. Hingga saat ini, sudah ada 747 ribu kendaraan yang terdaftar dalam sistem QR Code tersebut, meningkat signifikan dari sekitar 500 ribu kendaraan sebelum uji coba dimulai. “Banyak pemilik kendaraan yang akhirnya mendaftarkan mobil mereka saat mengisi Pertalite di SPBU uji coba,” ungkap Taufiq.

Implementasi QR Code untuk Pertalite memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan Solar. Pengguna Solar sebagian besar adalah angkutan niaga milik perusahaan, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan data kendaraan melalui perusahaan. Namun, Pertalite umumnya digunakan oleh pemilik pribadi, sehingga membutuhkan upaya ekstra dalam mengumpulkan data pengguna yang lebih luas.

Dengan adanya uji coba ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat meningkatkan akurasi penyaluran subsidi BBM bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (dan) 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist