Surabaya, MercuryFM – Awali Debat Cagub Cawagub Pilgub Jatim ke dua, pasangan no urut 1 Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim langsung menggebrak dengan data-data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) tentang kasus korupsi di Jatim yang masih tinggi sampai tahun 2024 ini.
Menurut Luluk dalam pemaparan saat debat publik ke dua di Grand City dengan mengambil tema “Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Inovatif Untuk Keadilan Masyarakat Jatim”, data ICW itu cukup mengagetkan. Karenanya pihaknya akan menjadikan ini sebuah atensi untuk kepemimpinan lima tahun mendatang bila dipercaya masyarakat Jatim.
“Lima tahun kemarin kondisi korupsi di Jatim cukup memprihatinkan. Lima tahun kedepan kami akan jamin angka korupsi di Jatim akan turun. Dan tidak ada lagi kantor pemerintahan khususnya OPD Jatim yang digeledah KPK,” ucapnya dengan lantang.
Luluk juga menambahkan sesuai visi misinya, pihaknya akan memperhatikan persoalan dasar masyarakat khususnya kesehatan. Karena menurutnya masih banyak masyarakat Jatim yang tidak memiliki Jamban yang sehat untuk mereka.
“Ini menjadi keperihatinan disaat kita ngomong soal kesehatan hak dasar masyarakat soal jamban belum terselesaikan. Data yang ada 19,2 persen tidak memiliki jamban yang sehat,” ujarnya. Sementara pasangan Cagub-Cawagub no urut 2 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak lebih banyak menceritakan keberhasilanya di saat memimpin Jatim lima tahun kemarin.
Menurut Khofifah kemajuan Jatim insyaallah nyata adanya. Hal ini dibuktikan dengan nilai investasi di Jatim yang tertinggi kedua setelah DKI. “Alhamdulillah posisi 5 tahun terakhir investasi di Jatim mencapai 145 Triliun. Dan ini juga berdampak pula pada turunya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim,” ujarnya.
“Dalam lima tahun kemarin sebanyak 700 penghargaan kita terima. Dan ini buah dari kerja keras, kerja ikhlas dan sinergitas yang kuat di lingkungan pemprov Jatim dan Kota Kabupaten di Jatim,” lanjut Khofifah. Emil Elestianto Dardak menambahkan, Jatim memiliki Gubernur terbaik se Indonesia ketika dipimpin Khofifah lima tahun kemarin.
“Terbukti Presiden Jokowi tahun 2024 ini memberikan Satya Lencana kepada Bu Khofifah. Artinya beliau gubernur terbaik se Indonesia. Kita warga Jatim patut bangga dengan sosok bu Khofifah,” terang Emil.
Sementara itu Pasangan Calon (Paslon) no urut 3 Tri Rismaharini (Risma)-KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) lebih menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Menurut Risma, dengan mengusung konsep Resik, maka pihaknya bersama Gus Hans akan menciptakan Birokrasi yang benar benar bersih dan memberikan pelayanan yang masimal pada masyarakat.
“Kita akan mendekatkan pelayanan dengan masyarakat. Pelayanan akan kita berikan sampai tingkat kelurahan dan desa, berkerjasama dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten,” ujarnya. “Akses pengurusan yang berhubungan dengan Pemprov oleh masyarakat termasuk PPDB akan bisa didapatkan masyarakat dengan menggunakan tekhnologi dan bisa diakses masyarakat langsung di desa dan kelurahan,” tegasnya.
Sedangkan Gus Hans menekankan pihaknya akan memekankan prinsip birokrasi harus memudahkan bukan malah menyulitkan, menjadi pegangan birokrasi di Pemprov Jatim.
“Kita juga akan tingkatkan insentif aparat Birokrasi yang membetikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang dilayani. Kita juga akan berkantir di Bakorwil untuk.memdekatkan pelayanan ke masyarakat,” pungkasnya. (ari)

