Bogasari Mengajar Memperluas Cakupan ke Indonesia Timur, Jalin Kerja Sama dengan Universitas Pattimura

Ambon, MercuryFM – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills terus berkomitmen mendukung kemajuan dunia pendidikan di Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) “Bogasari Mengajar”. Program ini menawarkan berbagai kegiatan seperti magang industri, kelas praktisi mengajar, penguji kompetensi, hingga kunjungan industri, dengan peserta utama siswa SMK, SMA, serta mahasiswa perguruan tinggi.

Dalam perjalanannya selama lebih dari 20 tahun, program CSR Bogasari Mengajar ini mencakup kolaborasi yang formal maupun informal. Kini, seiring dengan perayaan usia ke-53 tahun sebagai produsen tepung terigu nasional pertama, Bogasari memperluas programnya hingga ke Indonesia Timur dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, Maluku.

Penandatanganan MoU antara Bogasari dan Unpatti dilakukan pada Selasa sore (29/10/2024) di Jakarta, berlaku selama dua tahun. “Unpatti adalah salah satu kampus terkemuka di Indonesia Timur, yang wilayahnya kaya akan sumber daya alam dari sektor pertanian dan kelautan dengan potensi ekonomi yang dapat diberdayakan. Kami berharap kolaborasi ini dapat mengembangkan kemampuan akademik dan kewirausahaan di Maluku,” kata Franciscus Welirang, Kepala Divisi Bogasari, dalam siaran pers, Rabu (30/10/2024).

Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Franciscus Welirang bersama Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. Sebelum penandatanganan, Rektor Unpatti beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerjasama dan Sistem Informasi Dr. Ruslan H. S. Tawari, M.Si, serta Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. August E. Pattiselanno, M.Si, telah mengunjungi pabrik Bogasari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mendapatkan orientasi lapangan.

“Kunjungan tersebut memberi gambaran tentang potensi mahasiswa dalam menjalani magang industri, dan peluang bagi dosen untuk memperkuat pengetahuan terapan. Dengan demikian, kurikulum yang diajarkan di kampus bisa lebih sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” jelas Franciscus Welirang.

Dalam diskusi dengan pihak Unpatti, Franciscus juga menekankan potensi tepung terigu sebagai bahan pangan yang fleksibel, yang bisa dipadukan dengan berbagai produk lokal untuk menciptakan keragaman pangan. Hal ini telah terbukti sukses melalui kolaborasi Bogasari dengan berbagai UMKM di seluruh Indonesia, seperti Cake Salakilo di Balikpapan, Nutsafir di Lombok, dan Roti Durian Panglima di Samarinda.

“Kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa Unpatti untuk mengembangkan kewirausahaan di sektor makanan di Maluku. Kami berharap, melalui magang ini, para mahasiswa tidak hanya meningkatkan keahlian, tapi juga dapat memanfaatkan teknologi dan manajemen industri untuk menciptakan ide-ide bisnis baru di Indonesia Timur,” tambah pria yang akrab disapa Franky Welirang ini.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, mengapresiasi kerja sama ini sebagai terobosan baru, khususnya karena ini adalah kolaborasi pertama dengan industri tepung terigu nasional. “Kami berharap kolaborasi ini tak hanya memperkuat kompetensi dosen dan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong jiwa kewirausahaan di kampus kami. Kami ingin mahasiswa berani merantau untuk belajar dari dunia industri, dan kembali membawa inovasi serta wawasan baru untuk kampus,” ujar Rektor Unpatti. (dan) 

 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist