Surabaya, MercuryFM – Kanwil DJP Jawa Timur I terus memperkuat dukungannya terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia agar mampu tumbuh, berkembang, dan naik kelas. Kepala Kanwil DJP Jatim 1, Sigit Danang Joyo menegaskan bahwa DJP tidak hanya memberikan insentif pajak tetapi juga pendampingan langsung melalui program Business Development Service (BDS).
“Kami berharap UMKM dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkembang lebih jauh,” ujar Sigit ditemui usai membuka acara BDS di kantor halaman Kanwil DJP Jatim 1, Selasa (29/10/2024). “Tema tahun ini adalah Saatnya UMKM Naik Kelas; kami ingin UMKM bisa merasakan dampak nyata dari kebijakan dan pelatihan yang diberikan,” tambahnya.
Melalui program BDS, DJP tidak hanya menargetkan area Mulyorejo dan Karangpilang saja, tetapi di seluruh Indonesia. “Setiap kantor pelayanan pajak (KPP) di bawah DJP Jatim 1 turut menyelenggarakan program ini, dengan tujuan utama membantu UMKM naik kelas. Kami berharap agar para pelaku usaha ini dapat meningkatkan kemampuan pembukuan, memahami digital marketing, hingga memiliki akses pasar ekspor,” jelasnya.
DJP telah memberikan berbagai insentif pajak bagi UMKM, di antaranya pajak 0,5% untuk omzet di bawah 4,8 miliar rupiah dan pembebasan pajak untuk omzet di bawah 500 juta rupiah. Selain insentif, pelatihan juga diberikan, mencakup pembukuan, pemasaran digital, hingga sertifikasi halal. Sigit menyebutkan bahwa UMKM diharapkan mampu memperluas pasar mereka dari lokal ke tingkat nasional, bahkan internasional.
Dalam acara kali ini, DJP Jatim 1 juga menggelar bazar yang diikuti oleh 20 UMKM serta berbagai seminar dan workshop. Selain itu, DJP Jatim 1 berkolaborasi dengan instansi lain seperti Bea Cukai, JKN, dan Perbankan, guna memberikan pelatihan yang berfokus pada pemberdayaan UMKM Muslimat NU di bidang ekonomi.
“Kami ingin agar UMKM yang berada di program BDS ini tidak hanya bertahan di zona nyaman dengan insentif, tetapi betul-betul berkembang. Jangan sampai kemudahan ini membuat mereka stagnan,” tegas Sigit.
Ia berharap bahwa dengan kolaborasi lintas instansi ini, UMKM dapat lebih siap menghadapi persaingan dan mampu naik kelas di masa mendatang, sejalan dengan tujuan ekonomi inklusif dan merata di Indonesia. (dan)

