Surabaya, MercuryFM – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya Novli Bernando Thyssen mengatakan, bahwa masyarakat perlu mendapatkan pemahaman soal kotak kosong di Pilkada Serentak 2024, untuk pemilihan wali kota Surabaya dan wakil wali kota Surabaya.
Novli menjelaskan, dalam kontestasi Pilkada tersebut, ada 2 pilihan gambar surat suara saat pemilih masuk bilik suara. Yang pertama calon tunggal yang kedua kotak kosong.
“Jadi bukan berarti tidak ada pilihan. Ini yang harus dipahami karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat,” terangnya.
Karena kurangnya pemahaman tersebut, membuat masyarakat bingung. Apakah kotak kosong ini sama dengan Golput.
“Tentunya ini berbeda. Kalau golput pemilih tidak hadir ke TPS. Namun kalau kotak kosong, itu pilihan politik masyarakat saat datang ke TPS. Misalnya ketika pemilih merasa kinerja pemerintahan saat ini perlu dievaluasi. Maka mereka bisa memilih kotak kosong,” kata Novli.
Novli menambahkan, begitu juga sebaliknya, kalau pemilih merasa sudah puas dengan kinerja pemerintahan yang sudah berjalan, maka masyarakat bisa memilih calon petahana.
“Kemudian terkait metode kampanye tidak ada debat antar calon. Melainkan hanya menyampaikan visi misi saja untuk pasangan calon tunggal. Dimana panelis akan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Kemudian paslon menanggapi,” pungkas Novli. (Lam)

