Surabaya, MercuryFM – Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-79, PT PLN (Persero) Grup Jawa Timur bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat implementasi transisi energi di berbagai sektor. Hal ini disampaikan dalam Seminar Transisi Energi MKI Jawa Timur, Selasa (8/10/2024). Ketua MKI Jawa Timur, Dwi Kusnanto, menyatakan bahwa transisi energi menjadi semakin penting karena berkaitan dengan isu lingkungan dan keberlanjutan sumber daya.
“Implementasi transisi energi membutuhkan kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan energi terbarukan. Seminar ini adalah langkah nyata MKI Jatim dalam merespons tantangan aktual di sektor ketenagalistrikan,” ujar Dwi.
Dwi juga menambahkan bahwa agenda ini penting untuk menyatukan langkah semua pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pemangku kepentingan, dan masyarakat, khususnya di Jawa Timur, dalam mendorong transisi energi.

Ketua Umum DPP MKI sekaligus Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Evy Haryadi, menegaskan komitmen PLN sejak 2021 untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
“Menuju NZE 2060, PLN harus menjaga keseimbangan antara keandalan pasokan listrik, keterjangkauan, dan keberlanjutan lingkungan, sambil memastikan kondisi finansial perusahaan tetap sehat. PLN juga berada di garis depan inovasi teknologi untuk mendukung dekarbonisasi melalui energi terbarukan serta infrastruktur pendukungnya,” jelas Evy.
Seminar ini mendapat respons positif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat umum. Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Aris Mukiyono, dan Akademisi ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, turut berbagi pandangan mengenai potensi besar energi terbarukan di Jawa Timur.
“Jawa Timur memiliki potensi energi terbarukan yang signifikan. Dukungan kebijakan pemerintah sangat penting untuk mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon,” ujar Aris Mukiyono.
Saat ini, Jawa Timur memiliki 7 pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan total kapasitas 21,33 MW. General Manager PLN UID Jawa Timur, Agus Kuswardoyo, menambahkan bahwa PLN tengah mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen berkapasitas 110 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2026.(dan)

