PLN Wujudkan Akses Listrik bagi Warga Tidak Mampu di Malang dan Lamongan

Malang, MercuryFM – Sebagai bagian dari program pemerintah, PT PLN (Persero) kembali menghadirkan sambungan listrik bagi warga kurang mampu di Malang dan Lamongan melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Peresmian dan penyalaan listrik pertama dalam program ini dilaksanakan di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Staf Ahli Direksi Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Nimrod Gordon, menjelaskan bahwa di Kabupaten Malang, program ini menargetkan 3.552 rumah tangga yang tersebar di 26 kecamatan.

“Program BPBL ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan akses listrik merata di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/10/2024).

Koordinator Perencanaan Direktorat Ketenagalistrikan, Nur Hidayat, juga menekankan pentingnya instalasi listrik yang memenuhi standar keamanan sebelum listrik dinyalakan. “Setelah instalasi siap, akan diterbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk mengurangi risiko,” tambahnya.

Desa Gunungrejo merupakan salah satu dari 390 desa di Kabupaten Malang yang menerima manfaat BPBL. Program ini mendukung target pemerintah untuk mencapai 100% rasio elektrifikasi. Di Malang, sebanyak 3.552 rumah tangga mendapat bantuan, sementara di Kecamatan Singosari terdapat 138 penerima yang tersebar di 29 kecamatan.

“Atas nama warga Singosari, kami berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah mendukung program ini,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang, Didik Gatot Subroto.

Salah satu penerima manfaat, Sutilah (72), mengungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih banyak kepada PLN dan pemerintah. Selama 4 tahun saya menyalur listrik dari tetangga. Alhamdulillah, sekarang saya sudah punya listrik sendiri,” tutur Sutilah, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

Sebelumnya, peresmian dan penyalaan listrik program BPBL juga dilakukan di Dusun Mojogandik, Desa Botoputih, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (28/9).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo, menjelaskan bahwa hingga 30 September 2024, PLN telah memasang instalasi listrik di 11.254 rumah tangga dari target 22.115 rumah tangga di Jawa Timur, termasuk di Malang dan Lamongan.

“Program BPBL ini merupakan wujud komitmen PLN untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu, dengan memberikan akses listrik yang lebih baik melalui sinergi dengan berbagai pihak,” pungkas Agus.(dan)

 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist