Gelar RUPSLB 2024, Aset Bank Jatim dilaporkan mencapai Rp 103,19 triliun dan Tetapkan Komisaris Independen Baru

Surabaya, MercuryFM – Dadang Setia Budi mantan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2018-2020, diangkat menjadi Komisaris Independen Bank Jatim.

Diangkatnya pria yang juga mantan Associate Director PT Torres Global Konsultan senagai Komisaris Independent menjadi salah satu keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2024. Bertempat di Ruang Bromo bankjatim Kantor Pusat Surabaya, RUPSLB itu juga dihadiri Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai       pemegang saham pengendali, beserta seluruh dewan komisaris serta direksi Bank Jatim.

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono dalam sambutannya menyampaikan, Jawa Timur saat ini dalam kondisi yang sangat baik. Pertumbuhan ekonominya berada di angka 4,98 persen. Dimana pertumbuhan tersebut adalah yang tertinggi di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa.”Kami juga sampaikan terimakasih kepada seluruh Bupati, Pj Bupati, dan Pjs Bupati karena telah berkontribusi dalam pengendalian inflasi,” ungkapnya.

Berdasarkan data BPS Jawa Timur, inflasi Bulan Juli 2024 sebesar 0,04 persen (month-to-month/mtm). Dengan terjadinya inflasi pada Juli, maka inflasi tahun ke tahun (yoy) Juli 2024 terhadap Juli 2023 sebesar 2,13 persen.

Hal tersebut menunjukkan bahwa target pemerintah Provinsi Jatim untuk mencapai target inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen sampai Juli masih dalam koridor yang wajar.

Adhy menambahkan, di dalam RUPSLB 2024 ini, ada juga pembahasan terkait perubahan anggaran dasar yang berkaitan dengan Unit Usaha Syariah bankjatim sesuai dengan POJK no. 12 tahun 2023. Sebab tidak dipungkiri, Bank berkode  BJTM kini tengah berupaya agar UUS Bank Jatim bisa semakin kuat dan ke depannya dapat berkembang menjadi Bank Syariah sendiri. ”Tentu semuanya berharap UUS Bank Jatim bisa naik cepat dengan ekositem yang terbangun karena peluangnya besar,” tambahnya.

Kemudian terkait KUB, lanjut Adhy, ini merupakan aksi korporasi yang wajib dilakukan untuk membantu BPD-BPD yang memiliki modal inti minim. BJTM sendiri sudah proses KUB dengan Bank NTB Syariah dan Bank Lampung.

“Sekarang kita juga sedang berproses dengan Bank Banten. Ini amanah dari Mendagri dan Alhamdulillah Jawa Timur bisa membantu provinsi lain lewat aksi korporasi KUB,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adhy juga menyatakan, dengan berlakunya UU HKPD, membuat pendapatan Jawa Timur berpotensi kehilangan sekitar Rp 4,2 triliun. Maka tidak ada jalan lain selain harus melakukan revitalisasi dan optimalisasi. Salah satunya dengan kemampuan BUMD untuk menghasilkan laba dan pendapatan.

“Nah, dengan meningkatnya kinerja bank jatim semoga bisa membantu potensi peningkatan pendapatan di daerah kabupaten/kota,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, kinerja Bank Jatim secara umum saat ini menunjukkan angka yang positif. Sampai Agustus 2024, asset Bank Jatim telah mencapai Rp 103,19 triliun. Untuk penyaluran kreditnya sendiri berada di angka Rp 60,65 triliun. Kemudian, Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 82,34 triliun dan laba sebesar Rp 788 miliar.

Sedangkan Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto juga menjelaskan terkait aksi korporasi dan mewujudkan visi perseroan menjadi BPD No. 1 di Indonesia, Bank Jatim telah merumuskan rencana strategis yang tertuang dalam 5 Program Pilar Transformasi, yang salah satunya adalah melalui Aksi korporasi Penyertaan Modal.

”Ada beberapa manfaat positif dari aksi korporasi penyertaan modal ini, baik dari sisi finansial maupun non finansial. Seperti diversifikasi investasi, careerpath pegawai, leveraging, dan kolaborasi bisnis,” tuturnya.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi bankjatim setelah pelaksanaan RUPSLB 2024:

JAJARAN KOMISARIS

Komisaris                                                                  – Adhy Karyono

Komisaris Independen                                             – Muhammad Mas’ud

Komisaris Independen                                             – Sumaryono

Komisaris Independen                                            –  Dadang Setiabudi

 

JAJARAN DIREKSI

Direktur Utama                                                        – Busrul Iman

Direktur Keuangan, Treasury & Global Services      – Edi Masrianto

Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah                      – R. Arief Wicaksono

Direktur IT & Digital                                                 – Zulhelfi Abidin

Direktur Manajemen Risiko                                    – Eko Susetyono

Direktur Operasi                                                       – Arif Suhirman

Direktur Kepatuhan                                                  – Umi Rodiyah.  (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist