Surabaya, MercuryFM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan Kadin Surabaya terus berkomitmen mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata di Kota Surabaya. Sebagai bentuk nyata komitmen ini, Kadin Jawa Timur dan Kadin Surabaya, bekerja sama dengan PT HM Sampoerna Tbk, menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Kota Lama pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah sekitar Surabaya.
Ketua Kadin Surabaya, HM. Ali Affandi LNM, menjelaskan bahwa PT HM Sampoerna memiliki komitmen tinggi dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan sampah yang baik.
“Melalui program ‘Saya Aja Bisa’, dengan tema bulan ini ‘Cintai Bumi dengan Mengelola Sampah dan Menjaga Lingkungan’, kami berharap kegiatan bersih-bersih Kota Lama ini menjadi langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan lingkungan di Surabaya,” ujar Ali Affandi, atau yang akrab disapa Mas Andi, Senin (23/9/2024).
Ia menambahkan, kawasan Kota Lama yang menjadi fokus kegiatan ini adalah salah satu ikon bersejarah Kota Surabaya yang perlu dilestarikan. Revitalisasi kawasan tersebut, dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan komunitas, akan berdampak positif dalam menjaga lingkungan dan keindahannya, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan.
“Kami juga mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Surabaya yang selalu mendukung, terutama dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan komunitas. Kerjasama ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-111 PT HM Sampoerna. Ini membuktikan bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan,” tegas Ali Affandi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, turut mengapresiasi langkah ini. Ia menilai, jargon “Saya Aja Bisa” menjadi dorongan kuat bagi masyarakat untuk mulai bergerak dari diri sendiri dalam menjaga kebersihan.
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Kebersihan harus dimulai dari diri sendiri, dan kawasan Kota Lama sering kali dipenuhi sampah setelah akhir pekan. Aksi ini menjadi langkah penting,” jelas Dedik.
Dedik juga menyebutkan bahwa Surabaya telah berulang kali meraih penghargaan Adipura, serta baru-baru ini mendapatkan penghargaan Kampung Proklim Lestari. “Selain itu, kami juga baru saja menerima penghargaan Narwasitra Tantra, yang merupakan bentuk pengakuan atas komitmen kota dalam pengelolaan lingkungan,” tambahnya.
Narwasitra Tantra adalah program yang menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pengelolaan lingkungan, dari penganggaran hingga pengawasan. “Alhamdulillah, anggaran lingkungan di Surabaya cukup besar, berkat dukungan dari DPRD yang turut menyetujui pengelolaan ini,” ujarnya.
Dedik menekankan bahwa semua pencapaian ini tidak hanya berkat pemerintah, tetapi juga hasil kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat. “Semoga gerakan bersih-bersih ini bisa menginspirasi tidak hanya Surabaya, tapi juga Jawa Timur dan bahkan dunia,” harapnya. (dan)

