Jember, MercuryFM – Diiringi puluhan ribu pendukungnya dan menggunakan motor listrik, Bakal calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait)-Djoko Susanto, lakukan pendaftaran sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Jember di Pilkada serentak 2024.
Dengan konsep kesederhanaan dalam melakukan pendaftaran, pasanagan Politisi dan Birokrat ini buktikan kalau mereka sangat memahami dan mengerti kondisi yang dialami masyarakat Jember dan memastikan akan selalu bersama masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kami, saya bersama Pak Joko diantar oleh 15 ketua, sekretaris, dan pengurus partai politik koalisi juga diantar oleh para relawan mendaftarkan diri di KPU Kabupaten Jember.” ujar Gus Fawait.usai melakukan pendaftaran di KPU Jember.
Selain itu kata Gus Fawait, dengan menggunakan motir listrik, dirinya sebagai anak muda ingin memberikan image Jember ini asik.
“Asik bukan cuma kalangan tertentu, tapi anak muda juga merasa asik, merasa enjoy ada di Jember. Yang kedua karena kami memang anak petani, anak desa, dan kita tahu bahwa kemiskinan masih di Jember, masih paling banyak di pedesaan. Sehingga kami berangkat ke KPU dengan secara sempurna,” ucapnya.
Politisi muda partai Gerindra asli Jembet ini merasa tidak mungkin akan melakukan sesuatu yang gempita ketika melakukan pendaftaran di tengah kondisi rakyat Jember yang masih masuk dalam daftar kemiskinan.
“Ketika rakyat Jember masih ada di kondisi kemiskinan yang sangat tinggi di Jember. Bahkan jumlahnya menempati urutan terbanyak kedua di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur. Maka kami tidak mau bikin sesuatu yang fenomenal di tengah-tengah kemiskinan di Kabupaten Jember yang masih sangat tinggi ini,” jelasnya.
“Namun walaupun sederhana kami tetap menampilkan kebudayaan karena bangsa yang maju dan daerah yang maju adalah bangsa berbudaya,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, politisi santri yang juga Presiden Laskas Sholawat Nusantara (LSN) juga mengajak pendukungnya, untuk tetap santun selama masa Pilkada, dan tidak menjelek-jelekan calon lain. Jika ada calon lain yang menjelek-jelekan dirinya, agar dibalas dengan senyuman dan tidak perlu dibalas dengan umpatan-umpatan.
“Jadikan pesta demokrasi ini dengan ruang gembira dan bersenang-senang, jangan saling menjelekkan antar calon, kalau kita dijelekin, senyumin saja, cukup dibalas dengan semua karena cinta,” tegasnya. (ari)
|
BalasBalas ke semuaTeruskan
|

