Surabaya, MercuryFM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I memulai sosialisasi sistem Coretax kepada wajib pajak strategis pada hari ini. Acara yang berlangsung di Ruang Penyuluhan Lantai 8 Kanwil DJP Jawa Timur I ini dibuka oleh Sugeng Pamilu Karyawan, Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Jawa Timur I, mewakili Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Sigit Danang Joyo.
Sosialisasi ini direncanakan berlangsung hingga November 2024 dengan sesi yang diadakan setiap dua hari sekali. Dalam setiap sesi, sebanyak 20 wajib pajak strategis akan diberikan pemahaman mendalam mengenai Coretax, termasuk pengenalan antarmuka pengguna dan cara penggunaan sistem tersebut.
Coretax adalah sistem administrasi yang dirancang untuk meningkatkan otomatisasi dan digitalisasi layanan perpajakan. Sistem ini mengintegrasikan berbagai layanan Direktorat Jenderal Pajak yang sudah ada, seperti DJP Online, e-Nofa, dan pembayaran, dalam satu platform terpadu untuk memudahkan wajib pajak dalam mengakses layanan perpajakan.
Coretax menyediakan layanan Perpajakan yang cepat, dapat diakses dari berbagai saluran (omni channel), dan dapat dimonitor secara real-time oleh wajib pajak (tracking) sehingga dapat menurunkan biaya kepatuhan (cost of compliance) wajlb pajak. Coretax juga memberikan transparansi akun Wajib Pajak yang memungkinkan wajib pajak dapat melihat seluruh transaksi (360-degree view) sehingga mempermudah wajib pajak melakukan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakannya dan menghadirkan pengawasan dan penegakan hukum yang lebih berkeadilan bagi wajib pajak melalui penerapan kepatuhan berbasis risiko.
Pada kegiatan ini, Coretax System diperkenalkan sebagai solusi untuk memudahkan dan mengurangi biaya kepatuhan wajib pajak. Wajib pajak yang diundang dalam sesi hari ini, langsung mempraktikkan penggunaan Coretax System dalam proses bisnis mereka, dengan pendampingan interaktif dari tim edukator Coretax Kanwil DJP Jawa Timur I.
“Kami sangat mengharapkan masukan dari Bapak/Ibu setelah menerima edukasi ini. Masukan tersebut akan kami eskalasi untuk penyempurnaan layanan saat Coretax diimplementasikan secara nasional,” ungkap Sugeng Pamilu Karyawan, Selasa (27/8/2024).
Sugeng juga menambahkan bahwa diseminasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital di bidang perpajakan. “Dengan diperkenalkannya Coretax, kami berharap wajib pajak dapat merasakan kemudahan dan kecepatan dalam mengurus administrasi perpajakan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi, sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam proses pelaporan,” tambahnya.
Kegiatan diseminasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mempercepat implementasi Coretax di seluruh Indonesia, serta mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan perpajakan yang modern dan berbasis teknologi.
Diseminasi ini juga menjadi bagian dari upaya DJP Jawa Timur I untuk mengedukasi wajib pajak tentang pentingnya transformasi digital dalam administrasi perpajakan. Dengan diperkenalkannya Coretax, diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam pelaporan pajak, tetapi juga meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui kemudahan dan kecepatan akses layanan.
Selain itu, DJP Jawa Timur I berkomitmen untuk terus mengembangkan program edukasi yang lebih komprehensif, sehingga semua wajib pajak di wilayah ini dapat beradaptasi dengan baik terhadap perubahan teknologi dalam sistem perpajakan. Melalui pendekatan yang proaktif dan inklusif, DJP berharap dapat menciptakan ekosistem perpajakan yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan wajib pajak.(dan)

