Jakarta, MercuryFM – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PTPN III (Persero) yang bergerak di sektor gula, mengadakan pertemuan dengan para vendor penyedia jasa on farm seperti Tebang Muat Angkut (TMA) dan Mekanisasi di Surabaya pada Jumat (16/08). Pertemuan ini bertujuan untuk mencapai komitmen bersama dalam meningkatkan standar kualitas dan mutu pekerjaan, sejalan dengan upaya PTPN mencapai target swasembada gula nasional sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 40, tentang pencapaian swasembada gula nasional.
“Kami menyampaikan beberapa komitmen, demikian juga outputnya kami juga mengharapkan komitmen para vendor baik yang sudah berkerja saat ini maupun nanti yang akan bekerja sama, untuk kemudian sebagai percepatan langkah bersama mendukung cita-cita swasembada gula”, harap Mahmudi Direktur Utama SGN, Minggu (18/8/2024).
Mahmudi menjelaskan beberapa kejadian terkait kualitas pekerjaan TMA yang dibawah standart menyebabkan kinerja pabrik juga turut terpengaruh bahkan menyebabkan kerugian yang material. Sehingga dikuatirkan akan memberikan dampak negatif dalam upaya peningkatan produktivitas gula.
“Beberapa GM (General Manager) melaporkan berhenti giling karena karena tebu yang digiling terikut batu dan benda keras lainnya, kedepan kami minta distandarkan kualitas pekerjaannya, terlebih kita sudah mengenal mutu manis bersih dan segar”, jelasnya lebih lanjut.
Pihaknya juga menegaskan komitmen untuk mempermudah proses administrasi dan proses finansial dalam transaksi dengan para penyedia jasa, khususnya pekerjaan bidang on farm. “Komitmen kami untuk menjaga proses administrasi agar cepat dan lancar sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik, yang dipadukan dengn proses digitalisasi sistem”, terang Haryanto Direktur Keuangan yang turut dalam pertemuan tersebut.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari para penyedia jasa, selain menjadi sarana komunikasi juga media solusi bila ada permasalahan teknis. “Kami memberikan apresiasi kepada manajemen SGN, bisa menumbuhkan silaturahmi antar vendor dan juga dengan SGN, tentunya setelah proses integrasi ini kami harus mengenal lagi, mudah-mudahan kerjasama yang terjalin menjadi lebih baik lagi dan kita bisa maju bersama dengan lebih berkomitmen”, ungkap Tias salah satu vendor yang hadir.
Selain berkoordinasi dengan para penyedia jasa di bidang on farm, manajemen SGN juga menjalin konsolidasi dengan pusat penelitian (Puslit) lingkup PTPN Group diantaranya Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan, Puslit Jengkol Kediri, Puslit Sukosari Lumajang, Puslit BCN (Buma Cima Nusantara) , Litbang Takalar Sulawesi Selatan, Litbang Camming Bone dan Risbang Tebu Deli Serdang untuk penataan varietas dan penyediaan benih tebu yang berkualitas Rabu (14/08) lalu di Surabaya.
“Kami menganalisa bahwa peningkatan produktivitas salah satunya melalui penataan varietas, untuk itu SGN melakukan konsolidasi dengan pusat penelitian tebu di lingkup PTPN Group untuk mengambil bagian dari upaya pencapaian swasembada gula melalui penataan varietas”, jelas Mahmudi. Saat ini kondisi varietas tebu yang ada masih belum ideal, yakni masak awal 10%, masak tengah 30% dan masak lambat 60%.
Sedangkan idealnya varietas tebu masak awal 30%, masak tengah 40% dan masak lambat 30% sehingga berpengaruh pada rendemen dan produktivitas gula. “Untuk itu SGN memiliki program penataan varietas bagian dari penguatan ekosistem gula, dan untuk penyediaan benih tebu sesuai varietas ideal tersebut kami berkomitmen bersama puslit yang ada di PTPN Group”, tambahnya.(dan)

