Mitra Komisi D DPRD Jatim diminta lakukan upaya preventif untuk ciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di mudik lebaran 

Surabaya, MercuryFM – Komisi D DPRD Jawa Timur mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan arus lebaran untuk melakukan tindakan preventif dalam kesiapan mudik lebaran tahun ini. Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman selama mudik lebaran.

“Intinya Komisi D mendorong mitra Komisi D untuk melahirkan upaya-upaya penyiapan mudik lebaran agar masyarakat nyaman dan aman. Karena apa? Mereka sudah punya anggaran rutin untuk melakukan itu semua,” ujar Ketua Komisi D DPRD Jatim, dr Agung Mulyono, Kamis (04/04/24).

“Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Cipta Karya, mereka harus melakukan langkah-langkah preventif untuk memastikan kelancaran dan keamanan mudik lebaran,” lanjut pria asli Banyuwangi ini.

dr Agung mencontohkan, target dari Dinas PU Bina Marga adalah memastikan jalanan mulus.

“Jika ada lubang atau kerusakan, segera ditambal,” tegasnya.

Demikian juga dengan Dinas Perhubungan. Pihaknya mendorong Dishub untuk memastikan armada yang cukup, terminal yang siap, dan keselamatan penumpang.

“Sopir bus harus dicek tensi, nadi, nafas, dan gula darahnya. Cek urine dilakukan jika diperlukan,” jelas Agung.

Tak ketinggalan, tenaga medis di setiap terminal lanjut Bendahara DPD Partai Demokrat Jatim, juga harus disiagakan. Dengan begitu diharapkan penumpang yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan dapat segera dibantu oleh tenaga medis.

“Sehingga dia (penumpang) kalau ada gangguan kesehatan bisa segera melakukan pemeriksaan di tim medis itu,” ucapnya.

Di samping itu, dr Agung menyatakan jika Komisi D DPRD Jatim juga mendorong tindakan tegas terhadap sopir bus yang ugal-ugalan.

“Jika ada sopir yang membahayakan keselamatan penumpang, foto plat nomornya dan kirim ke Call Center Dishub. Dishub akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tegasnya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran, Komisi D kata alumnus Fakultas Kedokteran Unair ini juga telah mendorong Dinas PU SDA melakukan mitigasi dan normalisasi. Dimana saat ini masih terdapat 9 titik rawan di Jawa Timur.

“Masih ada 4 titik yang belum selesai, dan kami minta mereka segera melakukan tindakan preventif,” tegas Politisi Partai Demokrat tersebut.

Pria yang kembali terpilih sebagai anggota DPRD Jatim di Pemilu Legislatif 2004 kemarin dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso ini juga mengungkapkan jika minggu depan, Komisi D akan melakukan sidak di stasiun, bandara, dan terminal. Sidak dilakukan untuk memastikan kesiapan mudik lebaran.

“Target kami adalah zero accident dan memastikan masyarakat mudik dengan aman dan nyaman,” kata Agung.

Sementara terkait dengan angkutan kendaraan berat, Agung mengatakan bahwa ada aturan khusus selama libur lebaran. Aturan itu sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 menteri dan Polri.

“Sesuai SKB, -5 dan +5 (lebaran), ada aturan-aturan khusus mengenai kendaraan mana yang boleh lewat dan tidak. Kami minta Dishub dan Bina Marga untuk mengawal aturan ini dengan tertib,” pungkasnya. (Ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist