Surabaya, MercuryFM – Munculnya isu yang dihembuskan melalui media sosial terkait isu dinasti pasangan Parabow9 Subianto – Gibran Rakabuming Raka dinilai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran jangan membuat gentar kader simaptisan dan relawan untuk terus mengekalkan pasangan ini di masyarakat.
Justru kata, Grace Natalie, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diuntungkan dengan isu dinasti yang dihembuskan ke media sosial. Terbukti hasil survei menunjukkan Prabowo-Gibran justru meningkat dengan adanya isu dinasti.
“Isu dinasti tidak berdampak pada penurunan kepercayaan masyarakat terhadap pasangan yang kita usung Prabowo-Gibran,” ujarnya disela menghadiri silaturahmi partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) Jatim, di Surabaya, Senin (13/11/23).
Grace menyebut selain isu dinasti yang dihembuskan, banyak yang mengkritik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan penghianatan konstitusi. Namun isu-isu tersebut tak mempan untuk menghabisi Prabowo – Gibran
“Jadi ternyata isu-isu yang sedang rajin digencarkan baik itu isu dinasti, isu mengoprek-oprek konstitusi untuk kepentingan sendiri, isu pengkhianatan itu sudah bisa dicerna publik. Publik sudah paham bahwa ini adalah sebuah kontestasi dan bahwa isu-isu ini tidak mempan,” ucapnya.
Grace membeberkan bahwa kredibilitas Prabowo-Gibran saat uni mencapai 40 persen . Salah satu penyumbangnya suara pendukung Joko Widodo di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Isu dinasti, penghianatan itu malah menembak kaki sendiri dari yang menyebarkan isu. Hari ini survei menurut lembaga-lembaga yang kredibel pasangan Prabowo Gibran sudah lebih dari 40%,” jelasnya.
Grace mengajak seluruh kader pengusung Prabowo – Gibran harus lebih rajin lagi sosialisasi. Ia meminta agar tidak mudah terpancing emosi karena yang sedang dilakukan oleh mereka yang panik adalah terus menyebarkan narasi-narasi kebencian.
Grace menyebut saat ini yang lagi dilancarkan adalah mendelegitimasi kualitas dari Pemilu. Meski demikian, Grace meminta seluruh kader agar tidak terpancing, dan terus sosialisasikan kepada masyarakat.
“Kita sosialisasikan bahwa yang sedang kita perjuangkan hari ini adalah keberlanjutan dan penyempurnaan. Semoga Pemilu cukup selesai di Februari 2024 dengan jujur dan adil supaya kita bisa fokus membangun Indonesia maju,” pungkasnya. (ari)