Jember, MercuryFM – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didukung untuk menjadi pendamping Anis Baswedan di Pilpres 2024 mendatang. Ini tampak pada dukungan yang dikeluarkan Forum Pesantren Desa (FPD).
Menurut Ketua FPD Jatim, Moh. Waldi, banyaknya masalah dan tantangan yang dihadapi di era digitalilasi saat ini termasuk ekonomi hukum dan pendidikan membutuhkan sosok yang tepat untuk menyejahterakan masyarakat. Maka FPD menilai, AHY sosok yang tepat untuk mendampingi Anies Baswedan menyelesaikan masalah ini.
“Tantangan Indonesia ke depan akan berbeda dengan saat ini, salah satunya tantangan digitalisasi di semua sektor, ekonomi hukum dan pendidikan. Maka kita butuh pemimpin muda yang mampu mengatasi persoalan itu. Maka, sosok yang kami rekomendasikan sebagai Presiden dan Wakil Presiden adalah Bapak Anies Baswedan dan AHY,” ujarnya di sela sela kegiatan FPD di Jember, Kamis (23/3/2023).
FPD sendiri, kata Waldi, ingin menkonsolidasikan pesantren di sejumlah desa yang tersebar di sejumlah daerah di Jawa Timur yang selama ini jauh dari perhatian Pemerintah, untuk lebih mendapat tempat dan peran dalam membangun kecerdasan religi anak-anak di desa dengan pengajaran yang mereka berikan.
“Momentum Pemilu 2024 tentu semua elemen bergerak, termasuk kami. Bahkan kita tahu Pesantren menjadi tujuan untuk memperoleh dukungan. Pendekatan, sosialisasi dan janji kian hari semakin riuh terdengar. Tidak saja pemilihan legislatif, hasil beberapa sumber survei dalam memotret pasangan calon presiden dan wakil presiden juga semakin akrab di berbagai media sosial. Namun kami tiba pada satu keyakinan, yaitu tadi Anies dan AHY sebagai pemimpin yang pas untuk 2024, muda dan cerdas,” jelasnya.
Waldi menegaskan kekuatan Pondok Pesantren di desa tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab di Indonesia, terutama di Jawa Timur pada tahun 2021 saja, Kemenag mencatat 4.452 pesantren tersebar di berbagai kabupaten dan kota dengan jumah santri aktif 323.293 santri mukim. Dan 241.006 santri kalong (istilah lain santri yang tidak mukim).
Jember merupakan kabupaten di Jawa Timur dengan jumlah paling banyak, yakni 611 pondok pesantren. Kabupaten Sampang menempati urutan kedua dengan 352 pondok pesantren. Setelahnya ada 262 pondok pesantren di Kabupaten Bojonegoro.
Berikutnya, lanjut Waldi, jumlah pondok pesantren di Kabupaten Kediri dan Pamekasan masing-masing sebanyak 250 dan 218 pondok pesantren. Lalu, ada 189 pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan. Adapun, Kota Madiun memiliki pondok pesantren paling sedikit di Jawa Timur, yakni hanya 8 pondok pesantren. Di atasnya ada Kota Mojokerto dan Kota Probolinggo dengan jumlah masing-masing 11 dan 13 pondok pesantren, yang terbagi pada klasifikasi atas, menengah.
“Padahal dalam kenyataannya terdapat beberapa pesantren dengan klasifikasi kecil. Sebagian belum terdaftar dan mayoritas ada di pedesaan. Klasifikasi inilah yang kami sebut dengan istilah Pesantren Desa. Di mana kami berhimpun, bergerak dan mengusung ide serta gagasan bersama,” ungkapnya.
Kata Waldi, pengasuh pesantren desa lah yang memetakan, mengawal dan memastikan pemilih secara langsung dalam menentukan pilihannya, tetapi pada kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak mendapatkan _impact yang berbanding lurus dengan perjuangan dan ikhtiar politik yang telah diperjuangkan.
“Ini bukan soal ikhlas dan definisi konsepsi perjuangan, melainkan soal tuntutan sebagai bagian integral dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Makanya kami memutuskan berdasarkan pengalaman yang terus berulang, dan tidak ingin kami teruskan, Forum Pesantren Desa Provinsi Jawa Timur menyatakan Anies-AHY bisa berduet dalam Pilpres 2024 mendatang,” pungkasnya. (ari)

