Ramadan dan Idulfitri, Ini bapokting yang rentan naik harga

Surabaya, MercuryFM – Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Kabag Perekonomian dan SDA) Kota Surabaya, Dewi Wahyu Wardani menyebut, bawang merah, cabe, tepung dan telur, rentan mengalami kenaikan harga saat Ramadan dan Idulfitri.

“Saat itu produksi kue akan meningkat, sehingga berpengaruh pada ketersediaan tepung dan telur. Kemudian biasanya bawang merah dan cabe banyak dipakai untuk masakan rendang dan masakan lebaran lainnya,” jelasnya usai konferensi di kantor eks Humas Pemkot Surabaya, pada Selasa (7/3/2023).

Lebih lanjut, Dewi mengatakan untuk menjaga stok sejumlah komoditas tersebut, pihaknya menjalin kerja sama dengan beberapa daerah produsen, antara lain Nganjuk, Mojokerto dan Blitar.

“Kerjasama ini sifatnya B to B atau bisnis to bisnis. Jadi para pedagang di Surabaya menjalin kerja sama langsung dengan daerah produsen. Kita yang menghubungkan,” imbuhnya.

Sementara itu untuk menjaga ketersediaan beras, Dewi mengaku Pemkot Surabaya melakukan kerja sama dengan Bulog.

“Soal ketersediaan beras, kita tetap kerja sama dengan Bulog. Agar ketersediaan beras untuk Surabaya tetap terjaga. Sampai saat ini ketersediaan beras untuk Surabaya masih cukup,” terangnya.

Dewi juga menyinggung ketersediaan minyak goreng MinyaKita, yang sempat tidak stabil.

“Karena konsumsi dan minat terhadap MinyaKita meningkat. Ternyata ibu rumah tangga itu lebih ini dengan MinyaKita sehingga permintaan meningkat. Persediaan di pasar juga terkuras ke penjualan ke online,” jelasnya.

Kondisi ini, menurut Dewi sudah diatasi sejak beberapa hari lalu, dengan menyuplai ke pedagang pasar.

“Menyikapi untuk Ramadhan, kita melihat stok komoditas di pasar masih cukup, masih terpenuhi dan tidak kekurangan. Maka, dalam satu bulan ke depan kami mengimbau warga Kota Surabaya tidak _panic buying,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Distribusi Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Devie Afrianto mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan 133 ton minyak goreng melalui operasi pada di periode awal Februari sampai awal Maret.

“Memasuki bulan Maret 2023, pihaknya akan fokus pada operasi pasar pada komoditi minyak goreng, dengan mengalokasikan 133 ton minyak goreng yang siap didistribusikan,” jelasnya.

Devie menambahkan, pihaknya berusaha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kota Surabaya selama bulan Ramadan 2023, lewat beberapa skema.

“Seperti melakukan subsidi pada ongkos transportasi, hingga berkoordinasi dengan beberapa produsen minyak goreng,” pungkasnya. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist