Rumah Padat Karya Gubeng, Camat Eko: Challenges dari Pak Wali

Surabaya, MercuryFM – “Rumah Padat Karya Gubeng” menjadi tema pembahasan di episode Rumah UMKM edisi Rabu (25/1/2023), dengan menghadirkan Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo dan Operation Manager Viaduct By Gubeng, Vincent.

Program rumah padat karya sendiri diinisiasi oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebagai tempat bisnis dan usaha bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rumah padat karya di beberapa kecamatan yang ada di Surabaya, satu di antaranya yang berjalan cukup baik ada di wilayah Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Tepatnya Rumah Padat Karya Viaduct By Gubeng, di Jalan Nias 110, Surabaya.

Menurut Operation Manager Viaduct By Gubeng, Vincent, rumah padat karya ini merupakan karya nyata dari stakeholder yang ada di Kecamatan Gubeng untuk memberdayakan MBR dan UMKM sekitar.

“Menjelang satu tahun Viaduct By Gubeng, tepatnya bulan Mei 2023 nanti, bersama dengan Chef Arif Wahyudi telah menyiapkan beberapa menu baru, segera bisa launching,” terang Vincent.

Bocorannya, kata Vincent, menu yang akan dilaunching nantinya penuh dengan nuansa lokal, menu lokal Suroboyo.

Sementara menurut Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo, memaparkan bahwa Rumah Padat Karya Gubeng ada, sebenarnya berawal dari inisiasi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menjadikan Rumah Padat Karya sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan untuk MBR ini sebagai challenges (tantangan) bagi para camat di Kota Surabaya.

“Kita di-challenges, bagaimana mengoptimalkan aset-aset yang ada di wilayah masing-masing untuk menjadi rumah padat karya yang bisa berguna bagi MBR dan konsisten.

“Istilahnya, tidak ada lagi Pemerintah Kota (Pemkot) terus memberikan bantuan. Tetapi, bagaimana caranya bisa membuat satu lapangan kerja yang bisa dikelola oleh setiap wilayah di kecamatan, sehingga kontinyu menerima tambahan pendapatan dari situ,” kata Camat Gubeng.

Eko mengakui, dari awal menjalankan rumah padat karya ini memang ada banyak cerita up and down.

“Awal dulu mempekerjakan sekitar 30 MBR dan ini cukup membuat khawatir bagaimana nanti menggajinya. Karena takut omzet tidak tercapai,” kenang Eko.

Tapi dengan semangat bersama, “gas pol rem blong” kerja maksimal dan doa bersama, hasil akhirnya di luar dugaan. Rumah Padat Karya Gubeng, kata Camat Eko, bisa menghasilkan omzet paling sedikit Rp70 juta rupiah setiap bulannya.

Selengkapnya, ikuti obrolan “Rumah Padat Karya Gubeng” ini di kanal Youtube Radio Mercury96. (nla)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist