Surabaya, MercuryFM – Duduk bersama antara Pemerintah Provinsi, Pemkab Jember, pengusaha dan warga sekitar harus dilakukan dalam melakukan pengelolaan eksplorasi tambang kapur Gunung Sadeng, Puger, Jember. Pasalnya saat ini, baik pengusaha pertambangan nasional dan pengusaha lokal, saling berebut melakukan pendekatan, baik ke Pemerintah Kabupaten dan Provinsi, agar bisa mengekplorasi tambang kapur tersebut. Sementara keberadaan masyarakat sekitar diabaikan.
Menurut Anggota Komisi D DPRD Jatim, Satib, munculnya aksi warga sekitar dengan melakukan penutupan akses ke wilayah pertambangan adalah wujud kekecewaan warga terhadap Pemkab Jember, yang lambat merespons keinginan warga. Serta tidak ada komunikasi yang baik antara warga dengan pengusaha tambang.
“Duduk bersama bagaimana baiknya agar bisa mendatangkan kesejahteraan masyarakat setempat, harus dilakukan. Agar tidak memunculkan permasalahan baru bagi warga,” ujar Satib.
Menuruf dia, saat ini izin eksplorasi sudah dikelola Pemprov, sehingga Dinas ESDM Jawa Timur semestinya memfasilitasi penyelesaian eksplorasi Gunung Sadeng tersebut.
“Provinsi perlu turun langsung untuk menyelesaikannya. Warga sekitar resah, hingga menggelar aksi penolakan dan pemblokiran jalan,” terangnya.
Selama ini, kata Politisi Partai Gerindra ini, warga minta agar Pemkab Jember dalam hal ini Bupati, menyetujui pengajuan permohonan lahan khusus untuk dikelola oleh warga setempat, yang selama ini menjalankan penambangan secara tradisional di Gunung Sadeng, Puger.
“Warga sudah satu tahun lalu mengajukannya dan bupati lamban meresponsnya,”katanya.
Tak hanya itu, sambung pria asli Jember ini, warga menuntut agar Pemkab Jember merespons permintaan warga agar ada perbaikan jalan rusak di wilayah sekitar pertambangan Gunung Sadeng.
“Mengingat jalan merupakan salah satu sarana infrastruktur yang menopang perekonomian masyarakat. Saya mendorong agar Pemkab merealisasikan tuntutan warga,” tandasnya.
Sekedar diketahui, ratusan warga yang tergabung dalam Persatuan Tumangan Gunung Sadeng (PTGS) Kecamatan Puger menggelar aksi pada Selasa (17/1/2023). Mereka membakar ban dan memblokir jalan provinsi di Desa Kasiyan, Puger. Aksi ini merupakan buntut atas lambannya Bupati Jember, Hendy Siswanto, merespons permintaan warga agar pertambangan batu kapur di Gunung Sadengan lebih memprioritaskan warga lokal.
Selain menutup akses jalan dan membakar ban mobil, aksi yang diikuti ratusan warga setempat itu juga menuliskan sejumlah spanduk dengan kecaman keras. Di antaranya bertulis “Mana Janjimu Dulu”, “Dipermainkan Penguasa” dan “Diperkosa oleh Antek Asing”. (ari)

