Sidoarjo, MercuryFM – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo Prof. Dr. KH Muhammad Zakki, Drs., S.H., M.Si., C.Med., CICSS, menggelar tasyakuran atas pengukuhannya sebagai guru besar di Universiti Geomatika Malaysia (UGM), Melaka, Malaysia. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Minggu (01/11/26).
Tampak sejumlah tokoh NU, Ketu DPRD Jatim Musyafak Rouf, Ketua Baznas Jatim Muhammad Ghofirin dan lainnya. Kegiatan ini dihadiri 500 orang yang terdiri dari 300 pengusaha dan 200 jemaah preneur.
Diketahuk pengukuhan KH Muhammad Zakki sebagai guru besar dilaksanakan melalui Sidang Senat Terbuka di Universiti Geomatika Malaysia pada Sabtu (3/10) lalu. Momentum tersebut menjadi kebanggaan sekaligus penegasan atas kiprahnya dalam mengembangkan pendidikan pesantren yang terintegrasi dengan kewirausahaan.
Dalam orasi ilmiahnya berjudul Ekosistem Usaha Pesantren Entrepreneur: Transformasi Pesantren dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Motor Penggerak dan Pusat Ekonomi Umat,
Kiai Zakki menekankan pentingnya transformasi pesantren. Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan transmisi ilmu agama, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
“Jika dulu pesantren mencetak santri yang alim, maka hari ini pesantren harus mencetak santripreneur yang alim dan mandiri secara ekonomi. Tidak hanya tafaqquh fi diin (memahami agama), tetapi juga tafaqquh fi tijaarah (memahami dagang),” jelas Ketua Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pengusaha Emas Nusantara (PPEN)ini.
Semangat tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan berbagai kegiatan usaha berbasis pesantren. Dalam acara tasyakuran itu, Zakki memperkenalkan sejumlah inisiatif pemberdayaan ekonomi, mulai dari investasi emas, pengembangan usaha komoditas perhiasan emas, hingga barista kopi santri Jawa Timur.
Mantan Wakil Ketua Baznas Jatim tersebut mengatakan, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan Pegadaian di Jawa Timur. Kolaborasi itu diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam ekosistem ekonomi pesantren.
“Hari ini dalam rangka mencatatkan satu ekosistem baru pada UMKM di bidang komoditas perhiasan emas. Tentu juga ada barista kopi. Semoga anak-anak kita semakin tumbuh. Yang belum punya usaha bisa memulai usaha, sedangkan yang sudah berkembang bisa semakin besar,” ungkapnya.
Menurut Kiai Zakki, pengembangan usaha tersebut tidak hanya ditujukan bagi lingkungan pesantren, tetapi juga melibatkan para jemaah dan masyarakat luas. Di antaranya jemaah Ngaji Sugi, Mukmin Mandiri, Masjid Al-Furqon, Takmirul Muslimin, serta komunitas lainnya.
Dia berharap, berbagai kolaborasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat pemberdayaan UMKM dan membangun kemandirian ekonomi umat.
Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian akademik KH Muhammad Zakki. Dia berharap gelar guru besar yang diraih dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga ilmu dan gelar ini bermanfaat fid-dunya wal-akhirah. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi sesamanya,” ujarnya.
Musyafak menilai, Zakki merupakan sosok yang memiliki pengalaman lintas bidang. Selain dikenal sebagai kiai, dia juga aktif sebagai pengusaha dan akademisi. Perpaduan pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat.
Dia berharap, ke depan terbangun sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, DPRD Jatim, Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, serta pelaku UMKM.
Menurut Musyafak, Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional sekaligus daerah dengan basis UMKM yang kuat. Potensi tersebut perlu didukung kolaborasi berbagai pihak agar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Insyaallah akan ada sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, DPRD Provinsi Jawa Timur, Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, dan usaha-usaha UMKM yang ada.
Mudah-mudahan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat kita,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Pengurus PBNU Ali Maschan Moesa. Dia mengenang KH Muhammad Zakki sebagai sosok yang sejak masa kuliah di IAIN telah menunjukkan semangat dan inovasi yang kuat.
Ali yang lebih dahulu menyandang gelar guru besar sejak 2007 itu mengaku bangga atas pencapaian juniornya tersebut. Dia berharap, prestasi akademik Zakki dapat terus berkembang dan diikuti dengan kontribusi lebih besar bagi dunia pendidikan pesantren.
“Semangat dan inovasinya luar biasa. Sejak dulu, ketika masih di IAIN, baik di Senat Mahasiswa maupun PMII, semangatnya sudah terlihat. Alhamdulillah, sekarang sudah menjadi profesor. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi rektor Universitas Pesantren Mukmin Mandiri,” tuturnya. (ari)
