Surabaya, MercuryFM – Penambahan koridor baru Trans Jatim yang menghubungkan wilayah Sidoarjo hingga Pasuruan yang rencananya akan beroperasi tahun 2027, mendapat dukungan DPRD Jatim
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Khusnul Arif menilai, kemampuan fiskal daerah masih sangat mencukupi untuk menopang ekspansi layanan angkutan massal tersebut.
Namun dirinya mengingatkan agar Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim benar-benar mematangkan kajian dan persiapan operasionalnya secara mendalam.
“Prinsipnya saya meyakini Dishub sudah memiliki kajian untuk trayek Sidoarjo–Pasuruan. Hanya saja perlu pendalaman supaya tidak ada hal-hal yang kemudian tidak kita inginkan muncul seperti kondisi yang ada di koridor 2 Malang,” ujar Khusnul Arif, Rabu (21/20/26).
Pria yang akrab disapa Mas Pipin ini menjelaskan, wilayah Sidoarjo–Pasuruan memiliki sejarah dinamika angkutan umum lokal yang perlu diantisipasi sejak dini agar proses transisi penataan rute berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.
Selain persiapan rute Sidoarjo–Pasuruan, Komisi D juga tengah mengawal persiapan peluncuran armada Trans Jatim Koridor Malang Raya yang dijadwalkan meluncur pada akhir bulan ini.
“Saat ini kita masih menyisakan persiapan untuk koridor Malang. Kalau tidak ada perubahan dan insyaallah ini tetap, akan launching tanggal 30 Oktober ini,” terang legislator Fraksi Partai NasDem tersebut.
Dari sisi penganggaran, Khusnul memastikan alokasi fiskal daerah siap mengakomodasi seluruh operasional koridor Trans Jatim secara penuh. Kebutuhan anggaran untuk mengoperasikan seluruh koridor aglomerasi, termasuk koridor Malang Raya serta potensi koridor Sidoarjo-Pasuruan, diperkirakan mencapai Rp283 miliar.
“Kalau kita mengoperasikan penuh Trans Jatim termasuk Malang Raya koridor 1, koridor 2, plus ada potensi nanti koridor 8 Sidoarjo–Pasuruan, itu anggarannya Rp283 miliar. Dan ini anggaran yang sudah diusulkan di KUA-PPAS 2027, apakah nutut? Saya rasa masih cukup,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menyiapkan pembukaan koridor baru bus Trans Jatim yang menghubungkan Sidoarjo dan Pasuruan. Layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono, menjelaskan penambahan koridor ini dilakukan guna mempermudah akses transportasi yang murah dan aman bagi para buruh di kawasan industri. (ari)

