HUT Ke- 81 Jatim, Indriani Yulia Mariska: Moment untuk dorong Madura jadi sentra Industri Garam dan Tembakau

Surabaya, MercuryFM – Memasuki usia ke- 81 Propinsi Jatim, harus menjadi titik balik penting bagi pemerataan ekonomi wilayah, khususnya melalui kebangkitan Pulau Madura.

​Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Madura kini diproyeksikan sebagai episentrum industri baru di Jawa Timur, yang fokus pada penguatan sektor strategis yakni garam dan tembakau berkualitas tinggi.

Anggota Fraksi PDIP Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura Indriani Yulia Mariska mengatakan, dalam beberapa kesempatan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selalu mengataka bahwa percepatan pembangunan di Pulau Madura tidak lagi bisa ditunda.

Dihari ulang tahun ke-81 yang bertemakan”Jatim Unggul Maju Betkelanjutan” ini, lanjut Indriani harus menjadi moment untuk mewujudkan pembangunan Madura melalui dua potensi tersebut, yakni garam dan tembakau, yang itu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Madura

“Madura memiliki modal sosial dan geografis yang sangat kuat untuk menjadi motor penggerak industri berbasis komoditas lokal, yang selama ini banyak di geluti masyarakat yakni petani garam dan tembakau,” ujarnya, Senin (12/10/26).

Kata Anggota Komisi E DPRD Jatim ini, ada dua hal yang bisa segera di maksimalkn di Madura. Yakni Madura harus menjadi Sentra Industri Garam Nasional. Madura, yang selama ini dikenal sebagai “Pulau Garam”, didorong harus di dorong untuk bertransformasi dari sekadar penghasil bahan baku menjadi pusat hilirisasi garam modern.

“Karenanya perlu dilakukan modernisasi tambak garam dengan, penerapan teknologi, washing plant, serta integrasi pabrik pengolahan garam berstandar industri kimia dan konsumsi. Sehingga garam Madura mampu menguasai pasar domestik dan menekan angka impor,” jelasnya.

Yang Kedua kata Indriani, Madura harus menjadi pusat industri Tembakau berkelanjutan. Dengan posisi Madura Sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik di Nusantara, Madura harus diposisikan sebagai sentra industri tembakau yang mengedepankan kualitas dan kesejahteraan petani.

“Ini perlu penguatan ekosistem hulu-hilir, mulai dari perlindungan varietas lokal, modernisasi pengolahan rajangan, hingga fasilitasi pabrik hasil tembakau legal, diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah ekonomi lokal,” tegasnya.

Kebangkitan Madura sebagai sentra industri garam dan tembakau menurut Bendahara DPC PDIP Kabupaten Sumenep ini, juga harus didukung penuh oleh konektivitas wilayah yang semakin matang.

Keberadaan Jembatan Suramadu serta pengembangan pelabuhan penunjang di pesisir Madura menjadi jalur logistik utama untuk mempercepat distribusi produk industri ke kancah regional maupun internasional.

“Ini juga harus di dukung Pemerintah Provinsi dan Kabuapaten di Madura dengan ​memberikan kemudahan investasi bagi industri hilir di Madura.​ Memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi petani garam serta tembakau. Dan​menyediakan pelatihan vokasi bagi generasi muda Madura agar siap terserap di kawasan-kawasan industri baru,” pungkasnya.

​Dengan semangat HUT ke-81 Jatim, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, investor, dan masyarakat Madura diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan yang merata. Madura bangkit, Jawa Timur semakin kuat dan berdaya saing global. (ari)

​

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist