Surabaya, MercuryFM — Mantan ketua DPD Golkar Jatim yang juga Sekertaris Jenderal (Sekjen) Padtai Golkar M.Sarmuji, secara resmi dikantik sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) baru di Istana Negara, Jakarta.
Sarmuji dilantik untuk mengisi posisi strategis tersebut guna melanjutkan estafet kepemimpinan dari Agus Gumiwang Kartasasmita. Penunjukan ini sekaligus memperkuat posisi Partai Golkar dalam jajaran eksekutif kabinet di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi Kementerian Perindustrian dalam menggenjot target hilirisasi, memperkuat kemandirian ekonomi domestik, serta mentransformasi Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen yang berdaya saing global.
Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono, menyampaikan pandangan positif serta dukungan penuh atas amanah baru yang diemban oleh Sarmuji. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jatim ini menilai penunjukan tersebut sebagai langkah yang tepat dan kredibel.
Melihat rekam jejak Sarmuji yang mumpuni di legislatif maupun organisasi, Blegur meyakini, Sarmuji mampu menerjemahkan visi besar Presiden dalam merancang industrialisasi nasional.
”Kami di jajaran keluarga besar Partai Golkar tentu menyambut baik dan merasa bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada Sekjen kami, Bapak M. Sarmuji, sebagai Menteri Perindustrian,” ujar Blegur, Kamis (01/10/26).
Blegur menilai kapasitas kepemimpinan Sarmuji sudah teruji dalam mengonsolidasikan berbagai kepentingan strategis. Sektor industri pengolahan, penguatan rantai pasok dalam negeri, hingga penciptaan iklim investasi yang sehat diyakini akan semakin akseleratif.
”Beliau adalah figur pekerja keras yang memiliki pemikiran visioner terhadap ekonomi kerakyatan dan kemandirian bangsa. Kami optimistis, di tangan dingin Bung Sarmuji, sektor industri nasional akan semakin tangguh menghadapi tantangan global dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata,” jelasnya.
Sebagai Menperin baru, Sarmuji dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah (PR) strategis, antara lain, menjaga stabilitas dan daya serap tenaga kerja nasional. Memperkuat produk dalam negeri di tengah gempuran pasar global.
Selain itu juga dituntut bisa mengoptimalisasi manufaktur yang ramah lingkungan, serta bisa mengakselerasi pengolahan komoditas berbasis sumber daya nasional.
”Dengan dukungan penuh dari koalisi pemerintahan dan soliditas internal Partai Golkar, kebijakan strategis Kemenperin ke depan, saya yakin dapat berjalan mulus demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Blegur. (ari)
