Surabaya, MercuryFM – Penguatan infrastruktur transportasi, mulai dari peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang hingga rencana revitalisasi Bandara Juanda untuk melayani pesawat berbadan lebar atau Airbus, terus dilakukan Pemerintah Propinsi Jatim.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang kini mulai berjalan. Kapasitas dermaga ditingkatkan dari 35 ton menjadi 50 ton dengan pendanaan dari PT ASDP Indonesia Ferry.
“Tahun ini satu pasang dermaga selesai. Tahun depan dilanjutkan satu pasang lagi, kemudian tahun berikutnya satu pasang lagi,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Nyono, peningkatan kapasitas tersebut penting karena sekitar 90 persen distribusi logistik ke Bali berasal dari Jawa Timur.
“Selain Ketapang, pemerintah juga mengoptimalkan jalur penyeberangan melalui Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju Lembar dan Celukan Bawang dengan tambahan armada kapal dari pemerintah pusat,” ucapnya.
Sedangkan di sektor penerbangan, Bandara Juanda juga disiapkan untuk melayani pesawat berbadan lebar melalui program revitalisasi. Pemanfaatan runway sisi utara akan dilakukan sebagai penunjang selama proses peningkatan fasilitas berlangsung, sehingga operasional bandara tetap berjalan normal.
“Diharapkan nantinya Juanda dapat melayani pesawat berbadan lebar untuk penerbangan jarak jauh,” katanya.
Sementara itu, proyek kereta Surabaya–Sidoarjo ditargetkan mulai dibangun pada 2027 dan beroperasi pada 2029. Kata Nyono, tahap awal pembangunan akan dimulai dari kawasan depo, disertai pembangunan tiga flyover baru di Ambengan, Palang, dan Dr. Soetomo untuk mendukung kelancaran jaringan transportasi perkotaan.
“Rangkaian proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas transportasi Jawa Timur sekaligus mengurai kepadatan di jalur darat, laut, maupun udara,” tegas Nyono.
Sekedar diketahui, Pesawat berbadan lebar atau wide-body adalah pesawat komersial berdiameter badan 5 hingga 6 meter yang dilengkapi dengan dua lorong kabin (twin-aisle). Dirancang untuk penerbangan jarak jauh atau rute padat, pesawat ini mampu menampung 200 hingga lebih dari 800 penumpang dengan konfigurasi kursi 7 sampai 10 sejajar.
Secara global dan di Indonesia, maskapai penerbangan menggunakan pesawat ini untuk rute internasional, umrah/haji, hingga penerbangan domestik yang sibuk. Beberapa model paling populer meliputi Airbus: A330, A340, A350, dan superjumbo A380 dan Boeing: B747, B767, B777, dan B787 Dreamliner.
Di Indonesia, pesawat seperti Boeing 777-300ER dan Airbus A330neo kerap dioperasikan oleh maskapai besar. Bahkan, infrastruktur seperti Bandara Internasional Juanda di Surabaya terus dikembangkan agar mampu melayani pesawat komersial terbesar di dunia, yakni Airbus A380. (ari)
