Warga Tambak Wedi Tolak Mutasi Lurah, Minta Wali Kota Kembalikan Muhammad Yusufian

Surabaya, MercuryFM – Keputusan Pemerintah Kota Surabaya memutasi Lurah Tambak Wedi, Muhammad Yusufian, pasca viralnya dugaan pungutan liar (pungli) di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tambak Wedi, memicu reaksi keras dari masyarakat setempat. Sejumlah tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, LPMK, hingga tokoh pemuda menyatakan penolakan terhadap kebijakan tersebut dan meminta Wali Kota Surabaya mengembalikan Yusufian ke jabatannya.

Penolakan itu mengemuka dalam rapat luar biasa yang dihadiri perwakilan RW 01 hingga RW 04 yang membawahi 56 RT di Kelurahan Tambak Wedi. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan kekecewaan atas mutasi yang dinilai dilakukan secara mendadak terhadap sosok lurah yang selama ini dianggap dekat dengan masyarakat.

Ketua RW 01 Tambak Wedi, Achmad Sholeh, mengatakan keputusan mutasi tersebut membuat banyak warga terkejut. Menurutnya, Muhammad Yusufian dikenal aktif turun ke lapangan, responsif terhadap berbagai persoalan warga, serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kami sangat kecewa dan sedih. Mutasi ini membuat syok seluruh elemen masyarakat di Tambak Wedi,” ujarnya.

Senada, Ketua RW 03 Tambak Wedi, Ade Sugiarto, menyebut seluruh peserta rapat sepakat untuk menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Surabaya agar meninjau kembali keputusan tersebut. Warga berharap Muhammad Yusufian dapat dikembalikan sebagai Lurah Tambak Wedi.

“Kami sudah merasakan angin segar di bawah kepemimpinan Pak Fian. Beliau memahami kondisi warga dan memiliki banyak gagasan untuk kemajuan Tambak Wedi,” kata Ade.

Menurut warga, selama menjabat sebagai lurah, Muhammad Yusufian menghadirkan sejumlah program yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah program Kopasga (Ngopi Bareng Warga) yang rutin digelar setiap bulan secara bergilir di seluruh RW.

Melalui program tersebut, lurah bersama perangkat kelurahan turun langsung menemui warga, menyerap berbagai aspirasi, serta berdialog untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Pola komunikasi yang terbuka dan intensif itu dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat warga merasa dekat dengan sosok Muhammad Yusufian.

Dalam rapat tersebut, warga juga menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk meminta Pemerintah Kota Surabaya membatalkan mutasi dan mengembalikan Muhammad Yusufian sebagai Lurah Tambak Wedi. Mereka menilai suara masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakan yang menyangkut pelayanan publik.

“Kami berkumpul menyatukan suara untuk meminta Bapak Wali Kota Surabaya mengabulkan aspirasi masyarakat Tambak Wedi. Mencari pemimpin seperti Pak Fian bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, sangat sulit,” tegas Ade.

Warga berharap aspirasi tersebut dapat didengar oleh Pemerintah Kota Surabaya. Mereka ingin berbagai program yang telah berjalan dan dinilai membawa perubahan positif bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat dapat terus dilanjutkan di bawah kepemimpinan Muhammad Yusufian. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist