Neraca Perdagangan Jawa Timur Mei 2026 Defisit US$0,93 Miliar

 

Surabaya, MercuryFM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat neraca perdagangan Jawa Timur pada Mei 2026 mengalami defisit sebesar US$0,93 miliar. Defisit terjadi karena nilai impor yang mencapai US$3,31 miliar masih lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor sebesar US$2,38 miliar.

Secara rinci, neraca perdagangan migas mengalami defisit US$0,94 miliar, sedangkan neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus tipis sebesar US$0,01 miliar.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan impor yang masih lebih tinggi dibandingkan ekspor.

“Pada Mei 2026, total nilai ekspor Provinsi Jawa Timur mencapai US$2,38 miliar dan impor mencapai US$3,31 miliar. Sehingga Provinsi Jawa Timur mengalami defisit sebesar US$0,93 miliar pada bulan Mei 2026,” ujar Herum Fajarwati dalam rilis resmi BPS Jawa Timur.

Secara kumulatif selama Januari hingga Mei 2026, nilai ekspor Jawa Timur mencapai US$10,91 miliar, turun 2,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sebaliknya, nilai impor mencapai US$13,70 miliar, meningkat 14,36 persen dibandingkan Januari–Mei tahun lalu.

Herum menambahkan, pada Mei 2026 nilai ekspor nonmigas tercatat US$2,37 miliar, turun 18,31 persen dibandingkan Mei 2025. Sementara ekspor migas sebesar US$0,02 miliar atau turun 39,88 persen secara tahunan.

Di sisi impor, nilai impor nonmigas mencapai US$2,35 miliar, meningkat 19,38 persen dibandingkan Mei 2025. Adapun impor migas mencapai US$0,96 miliar, melonjak 193,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari–Mei 2026, komoditas impor terbesar Jawa Timur masih didominasi kelompok mesin dan peralatan mekanis, disusul perhiasan dan permata serta besi dan baja. Sementara Tiongkok menjadi negara asal impor utama dengan kontribusi sekitar 37,88 persen dari total impor nonmigas Jawa Timur.

Kondisi ini menunjukkan aktivitas industri dan kebutuhan bahan baku di Jawa Timur masih tinggi, namun peningkatan impor yang lebih cepat dibandingkan ekspor menyebabkan neraca perdagangan provinsi ini masih berada dalam posisi defisit.(lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist