Surabaya, MercuryFM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat agar armada pelayanan publik seperti truk sampah, mobil pemadam kebakaran, kendaraan pengerukan, hingga armada operasional sungai dapat memperoleh akses BBM subsidi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, armada tersebut merupakan tulang punggung pelayanan dasar masyarakat yang setiap hari beroperasi untuk menjaga kebersihan kota, menangani banjir, hingga merespons keadaan darurat kebakaran.
“Kendaraan ini digunakan untuk pelayanan masyarakat, bukan untuk kegiatan administratif pemerintahan. Karena itu kami mengajukan agar armada pelayanan publik bisa mendapatkan BBM subsidi,” kata Eri Cahyadi, Kamis (25/6/2026).
Menurut Eri, kebutuhan operasional armada pelayanan publik terus meningkat seiring luasnya cakupan pelayanan di Kota Surabaya. Di sisi lain, kenaikan harga solar non-subsidi berpotensi menambah beban anggaran daerah apabila tidak diimbangi dengan kebijakan dukungan dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, sebagian armada persampahan telah mendapatkan persetujuan untuk menggunakan BBM subsidi. Namun, pengajuan untuk armada pemadam kebakaran serta kendaraan sektor pekerjaan umum masih dalam proses pembahasan dengan kementerian terkait.
“Kami berharap ada skema yang dapat mendukung operasional armada pelayanan publik sehingga kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga secara optimal,” ujarnya.
Eri menilai keberadaan armada tersebut sangat vital karena berkaitan langsung dengan kebutuhan warga. Mulai dari pengangkutan sampah harian, normalisasi saluran dan sungai, penanganan genangan dan banjir, hingga layanan pemadaman kebakaran yang harus siaga selama 24 jam.
Di tengah upaya efisiensi anggaran, Pemkot Surabaya sendiri telah mengambil langkah penghematan dengan melelang seluruh mobil operasional berbahan bakar bensin dan secara bertahap beralih ke kendaraan listrik. Namun, untuk kendaraan pelayanan publik dengan kapasitas besar dan medan kerja berat, penggunaan bahan bakar solar masih menjadi kebutuhan utama. (lam)

