Surabaya, MercuryFM – Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jatim telah banyak yang siap untuk segera beroperasi secara penuh. Meski KDMP di bawah koordinasi Kementerian Koperasi dan Agrinas sebagai leading sector, Pemprov Jatim akan terus mengawal arah kebijakan pusat terkait KDMP ini.
Pemprov Jatim juga terus melakukan pendampingan untuk operasional KDMP yang kini telah banyak terbangun di berbagai desa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak terkait keberaan KDMP di Jatim ysng sudah banyak terbangun, yang di konfirmasi usai Peripurna DPRD Jatim.
“Dinas Koperasi (Dinkop) terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Koperasi untuk memastikan integrasi potensi lokal berjalan mulus. Kita ingin KDMP ini benar-benar memberi dampak ekonomi kongkrit di masyarak,” ujar Emil, Senin (21/06/26).
”Posisi Pemda tentu bukan kemudian duduk manis, enggak bisa. Tetapi kita juga tidak bisa melangkah berbeda arah (direction). Keinginan kami tentunya, setelah setup di awal sudah ajek, kita ingin potensi lokal bisa terintegrasi,” lanjut Pak Emil saat memberikan keterangan kepada media.
Emil juga mengatakan keberadaan KDMP, tidak akan mengganggu keberadaan koperasi-koperasi lokal yang sudah lebih dulu aktif dan berkembang di masyarakat. Kehadiran KDMP dirancang untuk memperkuat ekosistem yang ada, bukan justru menggusur koperasi lama.
”Kalau sudah ada koperasi duluan di sana, misalnya nelayan sudah punya koperasi untuk bikin es, ya itu nanti di padukan bukan digantikan. Karena mereka sudah punya koperasi yang bagus. Begitu juga dengan peternak,” jelasnya.
Emil mencontohkan keberhasilan program Kementerian Koperasi terdahulu, seperti Tora Sera di Pondok Pesantren (Ponpes) Paiton. Program tersebut sukses mengagregasi produk dari berbagai desa dan ke depan diharapkan bisa menjadi penyuplai bagi jaringan KDMP.
”Fokus Kementrian Koperasi adalah membangun ekosistemnya. Bagaimana sebisa mungkin KDMP ini menjadi bagian dari ekosistem yang saling menguatkan dengan koperasi-koperasi yang sudah ada,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai jumlah pasti KDMP di Jatim yang sudah benar-benar siap penuh beroperasi, Wakil Gubernur yang juga Ketua DPD Demokrat Jatim ini enggan mengatakan, dirinya memilih untuk tidak mendahului kewenangan pusat.
”Itu kan nanti biar disampaikan oleh pihak Kementerian Koperasi ya, karena ini lagi tahap setup. Tentu kita tahu bahwa butuh waktu untuk memastikan,” jawabnya.
Meski mayoritas KDMP masih menunggu proses operasionalisasi resmi dari Agrinas, Emil mengungkapkan bahwa beberapa desa sudah mulai mengambil inisiatif mandiri mensosialisasikan keberadaan KDMP dan apa apa yang bisa dilakukan KDMP ke masyarakat.
”Ada juga yang memang kreatif, kemudian truknya dipakai untuk sosialisasi dengan speaker-speaker supaya masyarakat tahu KDMP. Ya, itu bagian dari kreasi yang menimbulkan reaksi publik yang variatif,” pungkasnya. (ari)

