Cicit Syaikhona Kholil, Ra Nasih sambut positif rencana penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan

Surabaya, MercuryFM – Rencana penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama – Konfrensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) yang bakal digelar di Bangkalan, dalam waktu dekat ini, disambut positif Muhammad Nasih Aschal, cicit Syaikhona Muhammad Kholil. Penutupan tersebut menjadi rangkaian dari kegiatan yang akan berlangsung di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, akhir pekan ini.

Ra Nasih sapaan Muhammad Nasih Aschal, mengatakan, sejauh ini memang sudah ada komunikasi terkait rencana penutupan Munas dan Konbes di Bangkalan. Terlebih, rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Memang hasil keputusan pleno itu menetapkan penutupan itu rencananya akan dilakukan di Bangkalan,” ujar Ra Nasih, Rabu (17/6/2026).

Munas dan Konbes menjadi forum strategis untuk membahas berbagai agenda keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan. Forum ini juga menjadi bagian dari konsolidasi Nahdlatul Ulama menjelang pelaksanaan Muktamar NU. Agenda strategis tersebut akan berlangsung mulai 20 Juni mendatang atau akhir pekan ini di Ploso.

Kemudian, setelah itu peserta bakal bergeser ke Bangkalan untuk penutupan. Tepatnya, di STAI Pesantren Syaichona Moh Cholil Bangkalan. Ra Nasih yang juga anggota DPRD Jatim ini menegaskan bahwa, lokasi penutupan telah dilakukan survei oleh PBNU. Hasilnya, secara kelayakan, tempatnya sudah dianggap memadai.

“Tinggal bagaimana mempersiapkan teknis-teknisnya itu nanti,” tegas Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jatim ini.

Lantaran pentingnya agenda ini, Ra Nasih berharap bahwa Munas-Konbes menjadi momentum untuk semakin merekatkan antar lini di NU. Utamanya, bisa betul-betul mengakhiri dinamika internal PBNU yang sebelumnya sempat mencuat di publik. PBNU harus kembali guyub. Sehingga, akhirnya bisa menghasilkan keputusan tepat.

“Guyub rukun itu memang identiknya agar tidak ada lagi dinamika konflik yang berkepanjangan dan tentu karena NU ini menjadi salah satu ujung tombak bangsa ini, makanya ya harus harus bisa selesai dengan baik,” terang Ra Nasih.

Sementara itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga telah mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dan memberikan amanat pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama – Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan pembukaan Munas – Konbes NU direncanakan digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Sementara penutupan direncanakan berlangsung di STAI Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Jawa Timur, pada 23 Juni 2026, apabila jadwal Presiden memungkinkan.

“Sementara penutupan direncanakan mudah-mudahan nanti di Bangkalan. PBNU mengundang secara resmi Bapak Presiden Prabowo untuk bisa memberikan amanat pada saat penutupan nanti,” kata Gus Ipul, Selasa (16/06/26).

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul usai memimpin apel kesiapan Banser menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026 di Pesantren Ploso. Apel tersebut melibatkan unsur Banser dan tim keamanan pesantren.

Gus Ipul, yang juga Ketua Panitia Munas-Konbes dan Muktamar NU, menjelaskan bahwa lokasi penutupan masih menyesuaikan dengan jadwal Presiden. Jika Presiden Prabowo dapat hadir, penutupan akan diadakan di Bangkalan. Namun, jika jadwal Presiden belum memungkinkan, penutupan akan dilakukan di Pesantren Ploso.

“Ini semua masih menyesuaikan jadwal Presiden,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan, undangan kepada Presiden Prabowo masih dalam proses koordinasi dan konfirmasi. PBNU berharap jadwal Presiden memungkinkan untuk hadir dalam forum besar Nahdlatul Ulama tersebut.

“Mudah-mudahan waktunya memungkinkan. Tetapi PBNU melalui rapat sudah memutuskan untuk mengundang Bapak Presiden pada tanggal 23 Juni yang akan datang di Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, pembukaan Munas dan Konbes NU di Pesantren Ploso akan mengundang pejabat pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Panitia juga akan mengundang para pengasuh pesantren, pengurus NU dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

“Tentu pembukaan akan mengundang pejabat-pejabat pemerintah daerah, mungkin tingkat provinsi maupun kabupaten-kota, mengundang pengasuh-pengasuh pesantren, dan pihak-pihak lain yang disesuaikan dengan kapasitas tempat pembukaan,” tegas Gus Ipul. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist