Impor Migas Jatim Melonjak 92,5 Persen, Neraca Perdagangan April 2026 Defisit US$0,62 Miliar

Surabaya, MercuryFM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat lonjakan signifikan pada impor migas selama April 2026. Nilai impor migas mencapai US$0,66 miliar, atau meningkat 92,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut turut memengaruhi kinerja neraca perdagangan Jawa Timur yang pada April 2026 mengalami defisit sebesar US$0,62 miliar.

Data BPS yang dirilis pada Selasa (2/6/2026) menunjukkan, total nilai ekspor Jawa Timur pada April 2026 mencapai US$2,45 miliar, sementara nilai impor mencapai US$3,07 miliar. Selisih antara ekspor dan impor tersebut menyebabkan Jawa Timur mencatatkan defisit perdagangan pada bulan April.

Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati menjelaskan bahwa secara kumulatif Januari-April 2026, nilai ekspor Jawa Timur mencapai US$8,52 miliar, meningkat 2,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Namun di sisi lain, nilai impor tumbuh lebih tinggi yakni mencapai US$10,39 miliar atau naik 7,31 persen secara tahunan.

Akibatnya, neraca perdagangan kumulatif Jawa Timur selama empat bulan pertama tahun 2026 masih mengalami defisit sebesar US$1,87 miliar.

“Nilai impor tumbuh lebih cepat dibandingkan ekspor sehingga neraca perdagangan Jawa Timur masih berada dalam posisi defisit,” demikian disampaikan dalam rilis resmi BPS Jawa Timur.

Meski neraca perdagangan mengalami tekanan, sektor ekspor nonmigas menunjukkan kinerja positif. Pada April 2026, ekspor nonmigas Jawa Timur mencapai US$2,44 miliar, meningkat 15,33 persen dibandingkan April 2025. Sebaliknya, ekspor migas hanya mencapai sekitar US$0,01 miliar atau turun 81,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi impor, selain migas, komoditas yang paling banyak masuk ke Jawa Timur selama Januari-April 2026 adalah kelompok mesin dan peralatan mekanis (HS 84). Komoditas ini menjadi penopang utama kebutuhan industri dan manufaktur di Jawa Timur.

Sementara itu, Tiongkok masih menjadi negara asal impor terbesar Jawa Timur dengan nilai mencapai lebih dari US$3 miliar selama Januari-April 2026. Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat dan Singapura.

Tingginya impor mesin dan bahan baku menunjukkan aktivitas industri di Jawa Timur masih bergerak cukup kuat. Namun lonjakan impor migas yang hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu menjadi faktor utama yang memperlebar defisit perdagangan provinsi ini pada April 2026.

BPS menilai perkembangan ekspor dan impor Jawa Timur ke depan masih akan dipengaruhi kondisi ekonomi global, permintaan pasar internasional, serta kebutuhan bahan baku dan energi untuk mendukung aktivitas industri dalam negeri. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist