Momen Terakhir Iduladha di Pegirian, RPH Surabaya Bersiap Pindah ke TOW

Surabaya, MercuryFM – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian tahun ini terasa berbeda. Selain dipadati ratusan hewan kurban, momen kurban kali ini menjadi yang terakhir digelar di RPH legendaris kawasan Pegirian sebelum resmi pindah ke Tambak Osowilangon (TOW) mulai 1 Juni 2026.

Selama puluhan tahun, RPH Pegirian menjadi tempat andalan masyarakat Surabaya untuk penyembelihan hewan kurban secara higienis dan sesuai syariat. Kini, jejak sejarah itu memasuki babak baru.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, mengatakan Iduladha tahun ini sekaligus menjadi penutup operasional layanan kurban di Pegirian.

“Perpindahan mulai 1 Juni. Tahun ini menjadi momen terakhir pelaksanaan kurban di Pegirian sebelum seluruh layanan berpindah ke Tambak Osowilangon,” ujarnya.

Meski bersiap pindah lokasi, antusiasme masyarakat justru meningkat. Hingga pertengahan pelaksanaan kurban, sudah tercatat 180 ekor sapi didaftarkan untuk dipotong di RPH Surabaya, naik dibanding tahun lalu sebanyak 170 ekor.

Puncak pemotongan terjadi pada Rabu dengan sekitar 70 ekor sapi diproses dalam sehari. Bahkan salah satu sapi kurban berbobot lebih dari satu ton turut dipotong di lokasi tersebut.

Menurut Fajar, perpindahan dilakukan setelah sejumlah sarana dan prasarana di lokasi baru rampung diselesaikan. RPH sengaja menunggu hingga Iduladha selesai agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal.

“Kami tidak ingin buru-buru pindah kalau fasilitas belum siap. Setelah Iduladha ini, insyaallah seluruh operasional mulai berpindah,” katanya.

Menariknya, mayoritas pelanggan tetap RPH disebut tidak keberatan dengan perpindahan tersebut. Mulai dari masjid, yayasan, instansi, ormas, hingga partai politik tetap memilih menggunakan jasa RPH karena dinilai lebih aman dan profesional.

“Alhamdulillah respons pelanggan baik. Mereka tetap ingin menggunakan layanan RPH karena membutuhkan proses pemotongan yang tertata dan aman,” tambahnya.

Selama ini, RPH Surabaya dikenal bukan sekadar tempat penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi pusat edukasi kurban sehat dan higienis. Setiap hewan diperiksa dokter hewan sebelum dan sesudah disembelih untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.

“Fungsi RPH bukan hanya memotong. Kami memastikan hewan sehat, diperlakukan dengan baik tanpa stres, disembelih sesuai syariat, dan daging yang dibagikan aman dikonsumsi,” jelas Fajar.

Karena itu, semakin banyak masyarakat memilih memotong hewan kurban di RPH dibanding secara mandiri di lingkungan permukiman. Apalagi tahun ini RPH juga menyediakan layanan lengkap mulai pemotongan, pencacahan, pengemasan hingga pengiriman daging kurban.

Perpisahan dengan RPH Pegirian pun memunculkan nostalgia tersendiri bagi warga dan panitia kurban yang selama bertahun-tahun menggunakan fasilitas tersebut. Bagi sebagian masyarakat Surabaya, Pegirian bukan hanya lokasi pemotongan hewan, tetapi juga bagian dari tradisi Iduladha kota ini.

Kini, estafet pelayanan kurban modern dan higienis akan dilanjutkan di Tambak Osowilangon membawa harapan baru bagi pelayanan RPH Surabaya di masa mendatang. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist