Salurkan seribu lebih hewan qurban ke Pesantren dan Masyarakat, Sekertaris PKB Jatim: Bentuk kedekatan PKB dengan akar sosial dan budaya

Surabaya, MercuryFM – Moment Idul Adha tahun ini tidak hanya sekedar menunaikan ibadah qurban, Partai Kebangkitan Bangas (PKB) menjadikan momentum hari raya qurban tahun ini sebagai jalan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menguatkan ikatan dengan pesantren.

Sekretaris DPW PKB Jatim, Multazamudz Dzikri, mengatakan bahwa seluruh kader PKB di Jawa Timur diminta menyalurkan hewan qurban langsung ke pesantren-pesantren dan masyarakat yang membutuhkan.

“Idul Adha tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kami meminta kader PKB di Jawa Timur untuk menyalurkan sapi atau kambing qurban ke pesantren-pesantren,” ujar Multazamudz Dzikri, Rabu (27/05/26).

“Penyaluran seribu lebih hewan kurban itu menjadi bentuk nyata kedekatan PKB dengan akar sosial dan budaya masyarakat Jatim yang selama ini tumbuh bersama tradisi pesantren,” lanjutnya.

Tercatat, sebanyak 1.055 hewan kurban yang terdiri dari 571 ekor sapi dan 484 ekor kambing disalurkan ke berbagai pesantren serta warga di sejumlah daerah di Jatim. Penyaluran dilakukan secara gotong royong oleh kader dan pengurus PKB di tingkat kabupaten/kota.

Menurut Multazam, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat lahirnya nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan perjuangan rakyat Indonesia sejak masa sebelum kemerdekaan.

“Mari kita jadikan momentum Idul Adha ini untuk kembali ke pesantren. Cikal bakal berdirinya negeri ini tidak lepas dari tangan dingin pesantren,” tuturnya.

Anggota DPRD Jatim ini menegaskan, hubungan antara Nahdlatul Ulama dan pesantren merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, menjaga dan menguatkan pesantren berarti juga merawat tradisi keislaman dan kebangsaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia.

“Selain itu, dawuhnya para kiai, pesantren itu NU kecil, sedangkan NU adalah pesantren besar. Pesantren dan NU tidak bisa dipisahkan. Menguatkan pesantren sama halnya dengan membesarkan NU,” tegasnya.

Dirinya mengingatkan bahwa, semangat berkurban seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai proses membersihkan diri dari kepentingan pribadi dan memperbesar semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Berkurban mengajarkan kita untuk melunturkan ego pribadi. Berjuang di partai politik juga harus diniatkan untuk masyarakat, bukan sekadar kepentingan diri sendiri,” pungkasnya. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist