Hewan Kurban Juga Bisa Stres, Jangan Asah Pisau di Depannya

Surabaya, MercuryFM – Menjelang Hari Raya Iduladha, Pakar Universitas Airlangga (UNAIR), Dr drh Nusdianto Triakoso MP, mengingatkan masyarakat bahwa hewan kurban juga bisa mengalami stres sebelum proses penyembelihan berlangsung. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kualitas daging kurban yang nantinya dikonsumsi masyarakat.

Menurut Dr Nus, masih banyak kebiasaan yang tanpa disadari membuat sapi atau kambing ketakutan, mulai dari perjalanan jauh tanpa istirahat, mendengar suara penyembelihan hewan lain, hingga melihat pisau diasah di depan mereka.

“Kalau mengasah pisau jangan di depan hewan kurban karena dapat memicu rasa takut dan stres,” ujarnya, Senin (26/5/2026).

Ia menyarankan hewan kurban dikirim ke lokasi penyembelihan minimal sehari sebelumnya agar memiliki waktu istirahat cukup setelah perjalanan. Selain itu, kandang penampungan sementara sebaiknya dipisahkan dari area penyembelihan agar hewan tidak melihat maupun mendengar proses pemotongan.

Dr Nus juga menyoroti cara merebahkan sapi yang masih sering dilakukan secara kasar. Menurutnya, menarik kaki sapi hingga jatuh terbanting dapat menimbulkan rasa sakit berlebih dan membuat hewan semakin stres.

Sebagai solusi, ia menyarankan penggunaan metode seperti Burley dan Rope Squeeze agar sapi dapat direbahkan secara perlahan dan lebih tenang.

“Kalau dilakukan dengan benar, sapi bisa rebah seperti posisi tidur dengan lembut,” jelasnya.

Tak hanya itu, penggunaan pisau yang tajam juga menjadi faktor penting agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan minim rasa sakit.

Selain teknik penyembelihan, masyarakat juga diminta lebih teliti memilih hewan kurban sehat. Ciri-cirinya antara lain aktif bergerak, responsif terhadap lingkungan, tidak diare, serta memiliki pernapasan normal tanpa leleran pada mata, mulut, atau bagian tubuh lainnya.

Dr Nus menegaskan bahwa kurban bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang kepedulian terhadap kesejahteraan hewan dan kebersihan pangan.

“Pengelolaan yang baik akan menghasilkan daging yang memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” pungkasnya. (lam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist