Surabaya, MercuryFM – Langkah presiden Prabowo Subianto yang akan memberikan pendidikan kewirausahaan kepada anak muda di seluruh pelosok negeri mendapat respon positif anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso.
Langkah ini lanjutnya akan membuka peluang baru bagi anak anak muda dalam menciptakan peluang ekonomi baru dengan kemampuan yang dimiliki.
“Ini upaya Presiden untuk menciptakan generasi muda percaya pada kemampuan sendiri dengan menciptakan peluang ekonomi baru menjadi entrepreneur. Sehingga anak muda jangan hanya berorientsi menjadi pegawai baik PNS ataupum swasta,” ujarnya di gedung DPRD Jatim, Jumat (22/05/26).
Menurut Cahyo, di tengah perkembangan zaman, di tengah geopolitik maupun geoekonomi yang tidak menentu, di tengah semua perkembangan teknologi yang sangat luar biasa, maka sudah saatnya kita tidak hanya mengandalkan investor besar, untuk membuka lapangan kerja.
Tapi bagaimana kita memanfaatkan kemampuan sendiri dengan mengandalkan tekhnologi untuk menciptakan peluang ekonomi baru dengan wiraswasta.
“Tapi ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, butuh gotong royong semua pihak. Wirausaha menjadi salah satu upaya,” tegasnya.
Kata politisi Partai Gerindra, kebijakan itu muncul di tengah semua perkembangan teknologi yang sangat luar biasa. Sehingga Presiden melihat ini peluang bagi generasi muda dengan berwirausaha, menjadi entrepreneur, mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki untuk menciptakan peluang ekonomi.
“Kita harus bisa memanfaatkan ini, mendorong generasi muda melalui potensi yang dimiliki untuk dikembangkan. Kita didik mereka menjadi pengusaha baru,” tegasnya.
Bahkan untuk mengiringi kebijakan Presiden Prabowo, dirinya juga mendukung jika ada rencana Dinas Pendidikan mengadakan pendidikan kewirasusahaan sebagai salah satu mata pelajaran di SMK yang ada.
“Ini akan menjadi masiv jika kebijakan ini dikorelasikan dengan SMK yang ada. Sehingga mereka sejak awal sudah didik menjadi Wirausaha,” ucapnya.
Kata Cahyo ini sangat pas karena SMK ini adalah sekolah vokasi, sekolah yang memiliki keterampilan tertentu.
“Dan ketika dihubungan dengan entrepreneurship school atau kurikulum tentang kewirausahaan tentunya akan bergayung sambut untuk meningkatkan atau mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Jatim,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto meminta anak muda tidak seluruhnya bercita-cita menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga berani menjadi pengusaha dan bersaing di dunia usaha.
Prabowo mengatakan pemerintah ingin membuka pendidikan kewirausahaan atau enterpreneurship untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru.
Menurutnya Presiden sekarang ini, Indonesia membutuhkan sektor swasta yang dinamis serta pelaku usaha yang memiliki inovasi, inisiatif, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan manajerial yang baik.
Pemerintah, kata Presiden, juga tengah menyiapkan dukungan berupa kredit perusahaan rintisan (startup) bagi anak-anak muda setelah menyelesaikan pendidikan kewirausahaan.
Presiden Prabowo menyebut dukungan tersebut diperlukan agar generasi muda memiliki kesempatan tumbuh menjadi pengusaha yang kuat dan melahirkan pengusaha baru. (ari)
