Surabaya, MercuryFM – Pasca kebakaran gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT), RSUD dr Soetomo tetap mememberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien jantung. Managemen RSUD dr Soetomo tetap profesional memberikan pelayanan meski tidak sepenuhnya di tangani di gedung PPJT.
Penegasan ini dikatakan Dirut RSUD dr Seotomo Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa usia menerima Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisawarno dan Anggota Komisi E Rasiyo, guna memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal pasca kebakaran Gedung PPJT beberapa waktu lalu.
“Pelayanan tetap berjalan, hanya disesuaikan tempatnya dan sebagian dititipkan. Bahkan hari ini kita menangani 1.200 pasien jantung,” ujar Prof Cita sapaan akrab Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Senin (18/05/26).
Dikatakan Prof Cita setelah kejadian pihaknya masih tetap melayani pasien jantung. Dimana layanan emergency langsung diambil alih di IGD, kemudian operasi dititipkan di STOC maupun di GBPT.
“Jadi kita tetap melayani yang emergency untuk pasien Jantung pasca kebakaran. Sejumlah penyesuaian operasional dilakukan di beberapa bagian demi menjaga keamanan dan kelancaran pelayanan bagi seluruh pasien,” jelasnya.
Kata prof Cita mulai hari ini, Senin (18/05/26), layanan poli Jatung di PPJT telah kembali normal di beberapa lantai, sementara ruang operasi dan perawatan intensif masih menunggu proses asesmen.
“Lantai satu sampai empat sudah berjalan, sementara lantai lima dan enam masih belum bisa dipakai,” katanya.
Dijelaskan Prof Cita, untuk lantai lantai satu poli jantung dewasa sudah berjalan normal. Lantai dua untuk poli jantung anak juga sudah berjalan normal. LAntai tiga untuk poli jantung rematik juga berjalan normal.
“Kemudian lantai empat sudah siap untuk ruangan namun kami masih belum memindah karena pasien-pasien masih dititipkan sementara di IGD buffer,” ucapnya.
Menurut Prof Cita, saat ini pihaknya masih melakukan penyesuaian untuk lantai 5 yang merupakan titik kebakaran dan lantai 6, karena belum bisa digunakan.
Kata Prof Cita untuk lantai 5 (pusat kebakaran) merupakan gedung farmasi dan ruang operasi. Kemudian lantai enam ruang High Care Unit (HCU) dan Intensive Care Unit (ICU).
“Tindakan operasi bedah jantung dan pembuluh darah yang bersifat darurat dipindahkan ke Gedung Bedah Pusat. Pasien rawat inap jantung telah dialihkan ke ruang low care buffer. Sedangkan pasien yang membutuhkan perawatan kritis penyakit jantung, kini ditempatkan di ruang ICU GBPT dan ruang ICU Isolasi yang sebelumnya merupakan ruang ICCU,” jelasnya.
Prof Cita menegaskan, proses pemulihan terus dilakukan sambil menunggu pembukaan garis polisi dan evaluasi kerusakan fasilitas.
“Semoga pemulihan bisa segera dan layanan PPJT bisa kembali berjalan penuh,” harapnya.
“Prinsip kita tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dengan selalu mengutamakan keselamatan pasien, keluarga pasien, serta seluruh tenaga kesehatan yang bertugas,” lanjutnya mempertegas. (ari)

