Ahmad Dhani Tinjau Gudang Bulog Sidoarjo, Stok Beras Jatim Aman hingga 18 Bulan

Sidoarjo, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo, melakukan kunjungan kerja reses ke Komplek Pergudangan Banjarkemantren Kanca Surabaya di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (5/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langsung kondisi stok pangan nasional, khususnya ketersediaan beras di Jawa Timur.

Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Dhani melihat langsung aktivitas penyimpanan dan distribusi cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog. Dari hasil pemantauan, stok beras di Jawa Timur dipastikan berada dalam kondisi aman dan bahkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga 18 bulan ke depan.

“Alhamdulillah, dari hasil kunjungan ini kita melihat stok beras Jawa Timur sangat aman. Ini kabar baik bagi masyarakat karena ketahanan pangan kita benar-benar terjaga,” ujar Ahmad Dhani di sela kunjungan.

Diketahui, terdapat 31 unit gudang beras di wilayah Sidoarjo dan 13 Kantor Cabang Bulog dengan total 223 unit gudang yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Gudang-gudang tersebut menjadi pusat penyimpanan sekaligus distribusi cadangan pangan pemerintah.

Tak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Timur, Bulog Jatim juga memiliki kapasitas untuk menyuplai kebutuhan beras ke 16 provinsi di Indonesia. Kondisi tersebut menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah penopang utama ketahanan pangan nasional.

Menurut Ahmad Dhani, capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama pemerintah, petani, dan seluruh elemen terkait dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Ia juga menilai program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil signifikan.

“Ini pencapaian yang patut diapresiasi. Indonesia sejak 2025 sudah tidak melakukan impor beras. Artinya kita mulai mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional,” katanya.

Selain menyoroti stok beras, Ahmad Dhani juga memberi perhatian terhadap perlindungan kesejahteraan petani. Ia memastikan kebijakan harga gabah Rp6.500 per kilogram benar-benar diterapkan di lapangan agar petani tidak dirugikan oleh permainan harga.

“Kalau ada tengkulak membeli gabah di bawah harga yang sudah ditetapkan pemerintah, Bulog punya tim khusus untuk melakukan pengawasan dan penindakan. Petani harus mendapatkan harga yang layak,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, serta para petani terus diperkuat agar stabilitas harga, distribusi, dan ketersediaan beras nasional tetap terjaga.

“Kemandirian pangan bukan hanya soal stok melimpah, tapi juga bagaimana petani sejahtera dan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga stabil,” pungkas Ahmad Dhani. (lam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist