Surabaya, MercuryFM – Surabaya mulai serius mengakselerasi peralihan ke kendaraan listrik. Pemerintah Kota Surabaya bersama PT Utomo Chargeplus Indonesia resmi mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berteknologi ultra fast charging di Terminal Intermoda Joyoboyo, Selasa (5/5/2026).
Peresmian ini menjadi langkah konkret Pemkot dalam mendukung program elektrifikasi nasional sekaligus menekan polusi udara di kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menyebut kehadiran SPKLU ini akan langsung bisa dimanfaatkan masyarakat umum, termasuk armada transportasi publik berbasis listrik.
“Alhamdulillah, hari ini kita resmikan SPKLU di Terminal Joyoboyo. Ini bisa digunakan warga Surabaya secara umum, termasuk mendukung operasional bus listrik yang sudah dimiliki Pemkot,” ujarnya.
Tak berhenti di satu titik, Pemkot Surabaya menargetkan lima lokasi SPKLU aktif dalam waktu dekat. Selain Joyoboyo, titik lainnya berada di kawasan Siola hingga Jalan Arif Rahman Hakim, yang seluruhnya ditargetkan beroperasi penuh pada Mei 2026.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat salah satu hambatan utama adopsi kendaraan listrik di Indonesia adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
Managing Director Utomo Chargeplus Indonesia, Antoni Utomo, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemkot Surabaya menjadi contoh ideal pengembangan ekosistem kendaraan listrik tanpa membebani anggaran daerah.
“Rasio SPKLU saat ini masih kurang. Karena itu kolaborasi seperti ini penting, apalagi Pemkot sangat proaktif menyediakan fasilitas tanpa membebani APBD,” jelasnya.
SPKLU di Joyoboyo juga menawarkan teknologi ultra fast charging dengan kapasitas hingga 180 kW, jauh di atas standar umum 50 kW. Dengan teknologi ini, waktu pengisian kendaraan listrik dapat dipangkas drastis dari 8–10 jam menjadi hanya sekitar 30–40 menit.
Selain cepat, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai jauh lebih hemat. Antoni menyebut biaya operasional kendaraan listrik bisa lebih murah hingga 70 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
“Kalau dihitung per kilometer, listrik itu jauh lebih efisien. Ini yang harus kita dorong bersama,” tegasnya.
Untuk tarif, pengisian daya mengikuti ketentuan pemerintah sebesar Rp2.467 per kWh. Menariknya, pengguna SPKLU di Terminal Joyoboyo juga mendapat insentif parkir gratis.
Dengan kehadiran SPKLU ultra cepat di titik strategis, Surabaya kini tak hanya bicara wacana transportasi ramah lingkungan, tetapi mulai membangun fondasi nyata menuju kota berbasis energi bersih. (lam)

