Surabaya, MercuryFM – Keterlibatan seluruh elemen menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Konsep partisipasi semesta bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata di tengah kompleksitas tantangan pendidikan saat ini.
Hal ini ditegaskan anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo menyikapi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang jatuh setiap tanggal 02 Mei.
Menurut Rasiyo, dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” pada tahun ini, maka
Pemerintah, dunia usaha, tenaga pendidik, hingga masyarakat, harus bergerak bersama untuk memastikan akses dan mutu pendidikan dapat dirasakan secara merata.
“Tema Hardiknas tahun ini sangat relevan. Pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Harus ada gotong royong dari semua pihak agar kualitas pendidikan benar-benar meningkat dan merata,” ujarnya, Jumat (01/05/26).
Rasiyo menyoroti bahwa sampai saat ini, masih terdapat kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah di Jawa Timur, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Karena itu, dirinya mendorong penguatan kolaborasi, termasuk dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), untuk mendukung peningkatan kompetensi siswa maupun tenaga pendidik.
Selain itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan (KaDindik) Jatim ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Menurutnya, transformasi pendidikan di era digital menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan metode pembelajaran yang inovatif.
“Guru harus terus didorong untuk meningkatkan kompetensinya. Tanpa guru yang berkualitas, sulit menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Sebagai legislator di Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat, politisi Partai Demokrat ini memastikan DPRD Jatim akan terus mendorong kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan.
“Termasuk memperkuat program pelatihan guru, pemerataan sarana-prasarana, serta akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
Rasiyo berharap, melalui semangat Hardiknas 2026, seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi demi mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan di Jawa Timur.
“Kalau partisipasi semesta ini benar-benar dijalankan, saya optimistis pendidikan bermutu untuk semua bukan sekadar harapan, tapi bisa kita wujudkan bersama,” pungkasnya. (ari)
