Resmikan Line Satoria Farma Pasuruan, Gubernur Khofifah pastikan pemenuhan kebutuhan cairan infus untuk rumah sakit di Jawa Timur

Pasuruan, MercuryFM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik line 4 PT Satoria Aneka Industri di Jalan Raya Kejayan-Puwosari KM 16 Sambisirah Selatan, Pasuruan, Selasa (28/4).

Secara khusus pihaknya menyambut baik ekspansi industri farmasi yang memproduksi infus ini. Terutama karena industri farmasi Satoria Farma memberikan garansi terhadap pemenuhan kebutuhan cairan infus di lingkungan rumah sakit yang ada di Jatim terutama rumah sakit Pemprov Jawa Timur.

“Kita sangat menyambut baik, terutama karena dari pabrik ini ada potensi kerjasama dengan 14 rumah sakit milik pemprov Jawa Timur untuk mendapatkan suplai infus,” ujar Khofifah.

Tidak hanya itu, suplai cairan infus juga bisa menjamin ketersediaan untuk seluruh tim manajemen rumah sakit di lingkungan Pemprov Jawa Timur.

“Saya RSUD di lingkungan Pemprov Jatim akan menjadi pioner di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakannya, Satoria Farma menjadi bagian penting dalam industri farmasi sekaligus penguat industri subtitusi impor. Obsesi tersebut dimulai zaman orde Baru, orde reformasi hingga kemudian melalui tangan dingin Pak Alim Satria yang menginisiasi bagaimana industri farmasi dirintis, dibesarkan dan terus dikembangkan dari Kabupaten Pasuruan.

“Jadi bukan hanya industri farmasinya tapi industri substitusi impor dan hilirisasi di banyak tempat, industri manufaktur yang kita kembangkan harapan kita semakin lama substitusi import bisa diinisiasi dan itu sudah dilakukan Pak Alim Satria melalui Satoria Farma. Mudah-mudahan terus tumbuh berkembang luas dan makin hebat makin hebat lagi,” jelasnya.

Ke depan Khofifah berharap beroperasinya fasilitas line 4 Satoria meningkatkan kontribusinya dalam menjamin ketersediaan cairan infus nasional, menekan ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia dari Jawa Timur, terutama bagi masyarakat yang mengakses layanan melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional.

“Sesungguhnya seluruh energi anak bangsa memungkinkan untuk meningkatkan penyediaan farmasi dan bahan baku obat juga diproduksi di dalam negeri. Tentu harapan kita akan berseiring dengan penguatan Indeks Pembangunan Manusia terutama pada peningkatan kualitas derajat kesehatan masyarakat di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu CEO dan Founder PT Satoria Aneka Industri Alim Satria mengatakan, pihaknya yang mulai metisnyis tahun 2014, saat ini bisa memproduksi 230 juta botol infus per tahun.

“Pertumbuhan pasar infus di Indonesia serta kinerja pertumbuhan tahunan Satria Farma yang secara konsisten berada pada sekitaran 35% setiap tahunnya. Sehingga dipandang penting untuk terus melakukan ekspansi bisnis sekaligus memperkuat pondasi di sektor infus,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawas Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan zat adiktif BPOM RI, William Adi Teja menyambut baik perluasan line di Satoria Pharma. Mengingat kebutuhan cairan infus di Indonesia semakin terpenuhi.

“Saya berharap mendukung pemerintah dengan ketersediaan cairan infus dengan memperluas gedung yang memiliki 4 line sehingga ketahanan pangan farmasi Indonesia bisa kami penuhi,” ucapnya. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist