Surabaya, MercuryFM – Kenaikan harga BBM memang tidak dapat dihindari, sebagai konsekuensi logis dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang menekan stabilitas ekonomi dunia.
“Indonesia tidak bisa menghindar dari efek ekonomi global karena adanya saling ketergantungan antarnegara. Sehingga kenaikan yang terjadi bisa dimaklumi,” ujar anggota Komisi B DPRD Jatim Erjik Bintoro, Senin (20/04/26).
Namun demikian, kata Erjik, yang perlu disyukuri meski kenaikan BBM ini terjadi, pemerintah masih manaruh harga yang sama pada BBM subsidi (Pertalite dan BioSolar) yang notabene menjadi jujukan masyarakat. Ia nilai langkah ini sebagai bentuk perioritas pemerintah pada rakyar kecil.
“Yang perlu dihargai upaya pemerintah menunda kenaikan BBM subsidi yang merupakan kebutuhan pokok rakyat banyak,” katanya.
Erjik mengingatkan, pemerintah harus melakukan pengendalian terukur untuk membatasi pembelian BBM bersubsidi demi menjaga agar distribusi lebih tepat sasaran dan mencegah gejolak ekonomi yang lebih luas.
Lebih dari itu, di tengah situasi ini, politisi PKB ini menyoroti banyaknya narasi dan komentar dari berbagai pengamat yang beredar di media massa maupun media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terpecah gara-gara perbedaan pandangan.
“Mari kita sikapi dengan bijak, jangan sampai perdebatan di ruang publik merusak kohesi sosial kita,” tegas Erjik.
Politisi Dapil Kediri Raya ini pun percaya bahwa Indonesia dapat keluar dari berbagai krisis yang saat ini sedang menimpa Indonesia. Pihaknya pun mengajak untuk mengingat kembali ketangguhan bangsa saat menghadapi pandemi.
“Orang Indonesia itu punya insting adaptasi yang kuat. Kita sudah melalui krisis COVID-19 yang jauh lebih berat, dan saya yakin kita bisa melalui masa sulit ini dengan bergandengan tangan,” ujarnya.
“Mari kita jaga Persatuan Indonesia. Di atas semua perbedaan opini, kepentingan nasional dan keutuhan NKRI adalah yang utama. Semoga perang segera usai dan kehidupan kembali normal,” lanjutnya memperjelas. (ari)

