Surabaya, MercuryFM – Masyarakat mapupun pemerintah Daerah Propinsi, Kota dan Kabupaten diminta melakukan langkah antisipasi menyikapi gejolak geopolitik global akibat eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Menurut Blegur Prijanggono Wakil Ketua DPRD Jatim, kecemasan terkait pasokan energi dunia, terutama akibat potensi terganggunya distribusi minyak di kawasan Selat Hormuz, tidak bisa dihindari.
“Perlambatan ekonomi secara Nasional imbas gejolak geopolitik tersebut, dikhawatirkan bisa menjadi ancaman daerah. Ini yang harus diantisipasi,” ujarnya, Selasa (31/03/26)
Namun, Blegur menghimbau masyarakat agar tidak panik, dan mempercayakan penanganan pasokan energi kepada pemerintah.
“Hari ini seluruh dunia mengalami kecemasan yang sama terkait dengan krisis energi. Tapi kita percayakanlah kepada pemerintah pusat. Pemerintah tentu berupaya agar pasokan minyak dari luar bisa diterima tepat waktu sehingga tidak ada kekhawatiran tentang kelangkaan energi,” jelasnya saat ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Jatim.
Blegur juga mendorong kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemangku kepentingan di sektor energi, seperti Pertamina, untuk menata distribusi dan mengantisipasi potensi kelangkaan di daerah.
Di sisi lain, Blegur mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan agar warga tidak mudah terpengaruh hoaks yang dapat memicu panic buying.
“Pesan saya, masyarakat jangan menelan informasi secara mentah-mentah melalui media sosial, karena kadang-kadang banyak hoaks atau berita palsunya. Kita harus bijak betul dalam mendengarkan atau melihat informasi yang beredar saat ini,” tegasnya.
Sekertaris DPD Partai Golkar Jatim ini mengatakan saat ini perlu Pemerintah Provinsi (Pemprov), Kabupaten dan Kota untuk melakukan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Karena UMKM ini adalah salah satu usaha yang memang terbukti bisa mengembangkan dan menghidupkan perekonomian masyarakat kecil. Ingat disaat kondisi krisis yang dialami negara ini, sektor UMKM menjadi penopang ekonomi,” ungkap Blegur.
Blegur mendorong Pemprov Jatim untuk memfokuskan kebijakan pada peningkatan kualitas UMKM melalui program stimulus dan pendampingan, agar produk lokal semakin kompetitif di tengah ketidakpastian global.
“Pemerintah Provinsi hari ini tentunya akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas UMKM di Jawa Timur. Tentunya dengan memberikan program-program yang merangsang supaya produk mereka bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya.(ari)

