Pelangi di Mars Tayang Perdana, Film Sci-Fi Anak Indonesia Berbasis XR Siap Ramaikan Lebaran 2026

Surabaya, MercuryFM – Film keluarga bergenre fiksi ilmiah Pelangi di Mars resmi hadir di layar lebar Indonesia mulai 18 Maret 2026. Sebelum tayang nasional, film produksi Mahakarya Pictures ini lebih dulu menggelar pemutaran perdana di XXI Ciputra World Surabaya, Rabu (18/03/2026), yang disambut antusias oleh penonton dari berbagai kalangan.

Sejak awal penayangan, Pelangi di Mars langsung mencuri perhatian lewat kekuatan visualnya. Didukung teknologi Computer Generated Imagery (CGI) dan Extended Reality (XR), film ini menghadirkan pengalaman imersif yang membawa penonton seolah benar-benar berada di Planet Mars. Lanskap planet merah, detail lingkungan futuristik, hingga pergerakan karakter ditampilkan dengan cukup halus dan menarik untuk ukuran produksi lokal.

Tak hanya mengandalkan sisi visual, film ini juga dibalut dengan alur cerita yang ringan dan mudah diikuti. Unsur komedi disisipkan di sejumlah adegan, menciptakan suasana hangat yang membuat film ini nyaman dinikmati bersama keluarga, terutama anak-anak.

Respons positif datang dari para penonton yang hadir dalam pemutaran perdana. Rizky, salah satu penonton, mengaku terkesan dengan kualitas efek visual yang ditampilkan.

“CGI-nya sangat bagus untuk ukuran film lokal, cukup bikin terpukau. Selain itu, pesan tentang menjaga lingkungan juga terasa dan mudah dipahami anak-anak,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan Sandy yang datang bersama buah hatinya. Ia menilai Pelangi di Mars bukan sekadar tontonan hiburan, tetapi juga sarat nilai edukasi.

“Film ini ramah anak dan penuh pesan positif. Anak saya sangat menikmati setiap adegannya, apalagi visualnya menarik dan ceritanya mudah dimengerti,” katanya.

Disutradarai oleh Upie Guava, Pelangi di Mars mengisahkan petualangan seorang anak yang lahir dan tumbuh di Planet Mars. Cerita ini dikembangkan dengan pendekatan imajinatif, menggabungkan unsur sains, petualangan, serta nilai-nilai kehidupan yang relevan bagi anak-anak.

Penggunaan teknologi XR dalam film ini menjadi salah satu daya tarik utama. Teknologi tersebut memungkinkan integrasi dunia nyata dan virtual secara lebih dinamis, sehingga menghasilkan pengalaman visual yang lebih mendalam. Kehadiran XR sekaligus menunjukkan bahwa sineas Indonesia mulai berani mengeksplorasi teknologi baru dalam produksi film, khususnya untuk segmen anak.

Di balik kisah petualangannya, Pelangi di Mars juga membawa pesan moral yang kuat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Isu tersebut dikemas secara ringan dan komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak tanpa terasa menggurui.

Kehadiran film ini dinilai menjadi langkah progresif dalam perkembangan industri perfilman nasional. Tidak hanya memperkaya pilihan tontonan anak, Pelangi di Mars juga membuka peluang bagi sineas lokal untuk terus berinovasi, khususnya dalam menggarap genre fiksi ilmiah yang selama ini masih terbatas di Indonesia.

Dengan perpaduan visual yang menarik, cerita yang hangat, serta pesan edukatif, Pelangi di Mars diproyeksikan menjadi salah satu film keluarga unggulan pada momen libur Lebaran 2026. Film ini diharapkan mampu menarik minat penonton sekaligus memperkuat posisi film anak Indonesia di tengah persaingan industri perfilman yang semakin kompetitif. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist