Surabaya, MercuryFM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim dibawah kepeminpinan Nahkoda Baru PKS, Bagus Prasetaia Lelana yang mengantikan Nahkoda sebelumnya, sampai saat ini belum ada gerakan signifikan.
Pengamat politik Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam mengatakan sejauh ini masih adem ayem, dan dirinya melihat gembrakan yang menghentak di jatim belum nampak.
Gebrakan-gebrakan luar biasa yang ditunjukan pengurus sebelumnya yang cukup apik dimasyarakat, saat ini belum tanpak dilakukan oleh kepengurusan PKS Jatim.
“Belum ada gebrakan yang bisa memantik perhatian dan mendapat atensi publik. Ini warning bagi PKS. Posisi PKS yang berhasil merebut Fraksi sendiri di DPRD, Jatim terancam akan hilang bila gerakan kerakyatan yang pengurus periode sebelumnya cukup dominan, saat ini tidak muncuil lagi,” jelasnya, Sabtu (28/02/26).
Kata Surokhim kondisi yang terjadi di PKS Jatim saat ini, bisa jadi masih konsolidasi internal. Namun, pihaknya mengingatkan sebagai Partai menengah di Jatm, PKS jatim bisa kembali bersama publik.
“PKS Jatim harus kembali mengawal agenda publik strategis di jatim seperti sebelumnya. Kembali bisa menjadi kekuatan penyeimbang kritis yang selama ini jadi kekuatan PKS selsma ini di Jatim,” tegasnya.
Sekedar diketahui, Tongkat estafet kepemimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur resmi berganti, bulan Agustus 2025 kemarin, Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VI PKS Jawa Timur yang digelar di Dyandra Convention Hall, Surabaya. Bagus Prasetia Lelana resmi ditetapkan sebagai Ketua DPW PKS Jawa Timur periode 2025–2030, menggantikan Irwan Setiawan.
Pergantian kepemimpinan ini ditegaskan melalui prosesi pelantikan, pengucapan sumpah jabatan, serta penandatanganan ikrar jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden PKS, Dr. H. Almuzzammil Yusuf, M.Si. Prosesi tersebut berlangsung serentak bersama Muswil PKS di 38 provinsi seluruh Indonesia. (ari)

