Batu, MercuryFM – Mendapat pengkritisan panitia khusus (Pansus) BUMD Jatim karena dinilai paparan yang disampaikan manajemen belum ditopang data yang lengkap dan terukur, direspon Direktur PT JGU Jatim Mirza Muttaqien.
Usai rapat Pansus, Mirza mengatakan pihaknya berharap Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur tidak hanya menyoroti kekurangan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan panduan dan solusi yang menyeluruh.
Mirza menyatakan, pemaparan yang disampaikan manajemen JGU bertujuan agar Pansus dapat melihat kondisi perusahaan secara utuh dan memberikan arahan perbaikan.
“Intinya sebetulnya kami itu sangat berharap setelah memaparkan itu Pansus kemudian melihatnya secara komprehensif. Memberikan kami guidance, tentunya ada beberapa kekurangan juga yang tidak bisa kami lihat, tapi sekaligus ada solusi yang komprehensif,” ujar Mirza, Rabu (17/12/25).
Menurutnya, seluruh pihak memiliki harapan yang sama agar BUMD dapat tumbuh sehat dan memberikan kontribusi optimal bagi Provinsi Jawa Timur.
“Karena kita semua sangat yakin dan percaya, pasti berharap BUMD itu tumbuh sehat, memberikan sumbansi kepada Provinsi Jawa Timur dengan lebih baik lagi. Itu butuh sesuatu yang dipikirkan secara komprehensif,” katanya.
Mirza menegaskan, evaluasi atas kesalahan dan kekurangan adalah hal yang wajar, namun harus diikuti dengan langkah penyelesaian.
“Nah, butuh sesuatu yang dipikirkan secara komprehensif. Tidak sekadar apa salahmu diperdalam kesalahan, tidak. Salah, oh oke, dievaluasi, sepakat. Kalau memang itu salah, itu kurang, kami pun juga dengan legowo (menerima) bila dinikai kurang. Kita perbaiki,” jelas Mirza.
Mirza menyebut, salah satu persoalan utama yang dihadapi JGU adalah beban aset yang besar. Sementara hanya sebagian kecil yang bisa dimanfaatkan secara produktif.
“Seperti tadi (rapat) kan saya ceritakan kondisi realnya ya seperti itu, beban pada aset, dan yang lain-lain. Sementara hanya berapa persen (aset) yang bisa dipakai untuk kerja,” ungkapnya.
Selain itu, Mirza mengungkapkan bahwa sejak penyertaan modal terakhir pada 2014, tidak ada lagi investasi baru yang masuk ke JGU.
“Iya, investasi penyertaan modal terakhir 2014. Pasca itu tidak pernah ada investasi apapun lagi,” ucapnya.
“Kondisi tersebut membuat JGU lebih fokus mempertahankan keberlangsungan usaha, termasuk saat terdampak pandemi Covid-19,” lanjutnya.
Sementara terkait persoalan aset, Mirza menilai masalah tersebut terus berulang dari tahun ke tahun tanpa kejelasan penyelesaian.
“Bicara aset ini kan bicara sesuatu yang dari tahun ke tahun, tahun ke tahun dibahas, tidak ada ujung pangkalnya,” ujarnya.
Dirinya menegaskan bahwa aset yang tidak bisa dioptimalkan atau dijadikan jaminan, justru menjadi beban bagi BUMD.
“Bagi BUMD, bila itu tidak bisa dioptimalisasi, tidak bisa dijadikan jaminan, menjadi masalah. Bagi BPKAD, katanya itu sudah diserahkan. Tidak bisa diproses karena ada aturannya di Kemendagri,” katanya.
Untuk itu, Mirza menilai diperlukan keputusan tegas agar persoalan aset tersebut tidak terus membebani perusahaan.
“Pasalnya jadi tidak fair punya aset tidsk bisa di spa apakan hanya didiamkan. Akhienya jadi beban perusahaan. Maja harus ada solusi,”
“Tapi apakah akan kita diamkan kalau tidak ada solusinya, ya beban. Tidak fair kalau kemudian tidak diberikan solusi,” kata dia.
Maka dari itu, Mirza mengusulkan opsi penarikan kembali atau penjualan aset JGU jika memang tidak bisa dimanfaatkan.
“Kalaupun tidak bisa dimaksimalksn jadi midak usaha, ya sudah lah aset-aset itu dikembaliksn ke Pemprov,” sebutnya.
Mirza juga memaparkan sejumlah unit usaha yang berada di bawah JGU bukan merupakan hasil perencanaan internal perusahaan, melainkan penugasan melalui regulasi.
“Seperti Pusoa Agro, tidak direncanakan sendiri oleh JGU. Puspa Agro ada Perda langsung masuk JGU dan bukan perencanaan dari JGU membentuk anak (perusahaan),” ujarnya.
Hal yang sama lanjut Mirza juga pada anak perusahaan PT Jatim Prasarana Utama (JPU) dan PT Pratama Jatim Lestari (PJL) (yang mengelola limbah). Dimana kedua perusahaan tersebut juga masuk menjadi anak usaha. Bukan perencanaan JGU tiba tiba ada Perda masuk JGU. (ari)

